Pair Programming itu Seru bag. 2

Oh iya mungkin kemarin belum jelas pair programming itu bagaimana, ini pengertian pair programming dikutip dari Stackify.com :

Pair programming is where two developers work using only one machine. Each one has a keyboard and a mouse. One programmer acts as the driver who codes while the other will serve as the observer who will check the code being written, proofread and spell check it, while also figuring out where to go next. These roles can be switched at any time: the driver will then become the observer and vice versa.

It’s also commonly called “pairing,” “programming in pairs,” and “paired programming.”

Setelah 2 tahun lebih melakukan pair programming, saya merasakan banyak khasiatnya *kayak obat-obat herbal*, dan ada pula yang tidak enaknya tentunya.

Berikut hal-hal menarik yang saya dapatkan:

  1. Belajar untuk memahami dan berkomunikasi lebih baik.
    Awalnya saya merasa percaya diri bisa berkomunikasi dengan baik karena dulu pas kuliah banyak berinteraksi dengan manusia *ya iyalah* , maksudnya teman-teman lain secara personal. Tapi, ternyata tidak cukup karena kalau dulu kalau sedang tidak enak atau kesal dengan salah satu orang bisa menghindar sebentar atau menyendiri terlebih dahulu, nah kalau sekarang tentu saja tidak bisa. Kita tidak bisa memilih juga mau pairing sama siapa. Saya kebetulan di role yang pergantian pasangannya lebih lama, sekitar 3 bulan baru berganti bahkan ada yang sampai 6 bulan. Tidak selalu mood teman pairing kita itu positif, ada saatnya tidak bersemangat atau negatif karena sedang ada masalah di tempat lain, jadi perlu banyak bersabar dan memahami. Di awal-awal pairing dengan teman baru, saya sarankan jangan langsung men-judge dulu dia dulu bagaimana, dan usahakan untuk selalu berpikir positif. Belum tentu kalau dia bicaranya ketus itu karena tidak suka sama kamu, tapi memang dia begitu ke semua orang.

    Pairing dengan orang yang lebih tua, dengan yang lebih muda, dengan yang lebih senior, atau junior ada tantangannya sendiri sendiri.  Saat pairing dengan seseorang yang lebih senior, biasanya tantangannya adalah bagaimana kita bersabar kalau pendapat kita tidak diterima, karena tidak sesuai dengan best practice yang sudah dilalui oleh senior. Bukan berarti kita jadi tidak bisa berpendapat, tetap harus disampaikan, tapi jangan kapok kalau tidak diterima, karena senior bisa saja salah. Kalau ke junior, tantangannya adalah saat dia lupa lagi apa yang sudah kita beritahu. Sabar saja, karena dulu saat di awal saya juga begitu, walaupun sudah dicatat. Dia mungkin akan bertanya hal yang sama, tapi jangan langsung naik pitam dulu, mungkin kita salah cara memberitahunya jadi kurang langsung dimengerti dan karena takut jadi ragu untuk bertanya kembali, Ciptakan kondisi berdiskusi yang nyaman untuk orang baru. Saya jadi bisa relate kembali karena saya sekarang jadi orang baru lagi (dari Test Engineer ke iOS Engineer), Alhamdulillah orang-orang di kantor baik-baik dan mau mengajari sebanyak apapun saya bertanya.

  2. Lebih Fokus
    Pertama-tama sebelum masuk ke kantor sekarang, saya terkenal di kalangan anak kosan suka terdistraksi dengan media sosial. Saat kerja di kantor sebelumnya pun begitu, buka browser langsung ketik facebook, seperti tangan sudah terautomatisasi, Tangan pun rasanya tidak bisa kalau tidak dekat HP.  Mungkin karena kerja sendiri sehingga merasa bosan. Saat masuk ke kantor yang sekarang, karena saat bekerja jadi lebih banyak diskusi dan memerhatikan apa yang dikerjakan satu sama lain, kebiasaan automatis buka fb pun hilang, Saat awal masuk kantor bahkan pun bisa tidak pegang HP sama sekali, sehingga susah dihubungi kalau jam kerja, Kalau sekarang sih sudah tau flow buka HPnya kapan, tapi tetap lebih jarang dibanding dahulu.
  3. Sharing Knowledge lebih cepat
    Ini hal yang paling saya senangi di pair programming. Saat masuk awal KMK dulu saya sama sekali tidak tahu sama sekali tentang Robot Framework, framework yang digunakan untuk automation test, selenium dan appium pun tidak. Karena bekerja berdua, saya jadi bisa bekerja sambil belajar. Bisa banyak bertanya dengan leluasa karena teman pairing kita itu mengerjakan hal yang sama dengan kita, tidak seperti saat bekerja sendiri kadang segan untuk bertanya ke orang lain karena mereka punya pekerjaannya masing-masing sehingga takut mengganggu. Proses transfer pengetahuannya jadi lebih cepat sehingga bila salah satu orang resign, pengetahuannya sudah ada di teman pairing lainnya.
    Mungkin karena transfer knowledge yang cepat ini, pindah-pindah role bukan hal yang mustahil di kantor ini. Saya yang sebelumnya sebagai test engineer lebih banyak scripting dan belum pernah belajar iOS programming sebelumnya (yang juga perlu menguasain OOP yang sampai sekarang saya belum ahli sama sekali) bisa dipindahkan menjadi iOS Engineer.
  4. Meminimalisir Kesalahan
    Sebagai Ms. Typo saya sering sekali terbantu dengan pair programming, Sering dulu kode tidak ter-compile hanya karena typo. Sekarang tanpa perlu di-run terlebih dahulu sudah ada yang memberi tahu hehe. Kode pun jadi banyak masukan sehingga lebih efektif dibandingkan kerja sendiri. Saya pun jadi banyak tahu tentang style kode masing-masing orang yang ternyata berbeda-beda. Saya jadi belajar untuk coding lebih rapi ><.  Saya pun juga jadi belajar untuk mengetik lebih cepat.
  5. Mendapatkan banyak informasi di luar yang kita tahu
    Selain jadi mendapatkan banyak gosip *eh*, saya pun jadi tahu hobi masing-masing teman pairing saya dan saya jadi mendapatkan banyak inspirasi. Ada yang hobi main game sehingga saya tahu game menarik yang bisa dimainkan, ada yang hobi makan sehingga saya yang jarang jalan-jalan ini jadi menemukan tempat makan menarik, hobi nyari diskon online sehingga saya jadi bisa menemukan tempat beli barang dengan harga lebih murah, ada yang hobi belajar hal baru sehingga saya yang skillnya belum lebih baik ini menjadi tertohok dan mewacanakan untuk belajar lebih sering XD.

 

Bagaimana? Tertarik dengan pair programming kah? hoho.

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s