Seminggu di Bengaluru Part 1

Akhirnya bisa menulis lagi, yeay. Seminggu lebih yang lalu, tanggal 12 Juni 2019 adalah hari yang bersejarah buat saya karena pertama kalinya saya melangkah ke luar dari Indonesia, haha. Saya pergi ke Bengaluru untuk menjadi pembicara di Konferensi Appium pada tanggal 14-15 Juni, dilanjutkan dengan menjelajahi kota Bengaluru hingga tanggal 18 Juni 2019, dan sampai ke Indonesia pada tanggal 19 Juni 2019.

Perjalanan dimulai dengan tidak enak badan karena terlalu gugup dan banyak pikiran, karena ini pertama kalinya saya berbicara di depan orang banyak dan berbahasa Inggris. Saya memutuskan untuk ke dokter sehari sebelum perjalanan karena saya kira badan saya sedang terkena sindrom influenza. Setelah diperiksa dokter, ternyata saya banyak pikiran saja dan perlu banyak istirahat. Saya pun diberikan paracetamol dan vitamin agar badan lebih fit saat berangkat. Hari itu saya juga membeli barang yang kurang seperti adapter (karena di sana standar colokannya yang kaki tiga *bukan kaleng larutan ya*), power bank (baterai hp mudah drop), dan kacamata minus (buat gaya saat jalan jalan wkwk). Semua saya beli secara online menggunakan kurir sehari sampai karena tidak sempat membelinya secara langsung. Sungguh dadakan.

12 Juni 2019

Hari keberangkatan. Saya tidak terlalu menikmati perjalanan karena masih khawatir dan nervous. Oh iya, saya tidak sendiri pergi ke sana. Saya pergi bersama Mba Wid dan Kimmy. Bertiga, perempuan semua. Sebenarnya banyak yang khawatir untuk pergi ke India tanpa ada laki-laki yang mengikuti, tapi kami yakin bertiga kami pasti bisa, wkwk. Yakin yakin saja sih hoho, dan ternyata Bengaluru kota yang cukup aman.

Saya dan Mba Wid pergi bersama menggunakan kereta bandara dari Stasiun BNI City menuju Bandara Soekarno Hatta. Kimmy pergi dari kosan dia sendiri menggunakan bis Damri. Kami tidak mengecek jadwal kereta terlebih dahulu dan ternyata saat sampai di sana jadwal kereta yang tercepat datang 3 menit lagi dan kami harus menunggu 30 menit lagi untuk jadwal berikutnya. Kontan kami buru-buru membeli tiket dan berlari-lari ke peron *sepertinya tidak asing dengan keadaan ini haha*. Saat ingin menge-tap tiket ke pintu masuk, ternyata barcode terpotong sehingga tidak bisa dipakai untuk menge-tap. Pihak keamanan di sana ternyata sudah tahu bahwa itu known issue sehingga saya dibantu untuk masuk menggunakan kartu saktinya. Saya diminta untuk bilang kepada keamanan di stasiun tujuan kalau barcode tiket saya ketinggalan agar bisa keluar, dan ternyata pihak keamanan sudah maklum akan kejadian tersebut. Perjalanan ke Bandara dari stasiun BNI City menghabiskan waktu 46 menit. Sampai ke Bandara pada pukul 10an. Alhamdulillah masih waktu yang aman, belum terlambat untuk melakukan check in dan boarding pada pukul 11.55.

IMG_6316
Tiket yang barcode-nya terpotong

Sambil menunggu waktu boarding, saya dan teman-teman saya mencari kartu SIM India untuk dipakai internet-an di sana, dan ternyata tidak ada dan hanya ada yang sudah sepaket dengan Mobile WiFi. Saya sendiri sudah membeli paket roaming untuk Asia (bisa dipakai di India dan Thailand saat transit) dari Indosat selama 7 hari karena unlimited dan saya malas ribet untuk membeli nomor baru. Setahu saya hanya indosat dan Telkomsel operator yang menyediakan roaming untuk wilayah India. Untuk harganya, Rp419ribu selama 7 hari sudah termasuk internet unlimited , telepon 100 menit dan 100 SMS.

Saat pencarian kartu tersebut, saya bertemu dengan Hanif, teman seangkatan kuliah, dan ternyata dia ikut Appium Conf juga bersama 6 teman kantor lainnya namun tidak menggunakan maskapai penerbangan yang sama. Wah, jadi penasaran siapa saja yang datang ke Appium Conf dari Indonesia. Saat mau boarding, kami bertemu dua orang dari sister company (BukaLapak) yang naik penerbangan yang sama, kami melihat dari baju yang dipakai salah satu dari mereka. Sebelumnya kami belum tahu apakah mereka sama-sama ikut konferensi yang sama atau memang sedang kebetulan ke Bangkok. Pada awalnya kami tidak berani bertanya. Takut sksd wkwk.

Oh iya penerbangan ke Bengaluru tidak ada yang langsung sehingga kami perlu transit terlebih dahulu di Bangkok sebelum terbang ke Bengaluru. Penerbangan dari Jakarta ke Bangkok menghabiskan waktu sekitar 3 jam 30 menit dan kemudian transit selama 5 jam dan melanjutkan penerbangan ke Bengaluru selama 3 jam 35 menit. Total perjalanan dari Jakarta hingga sampai Bengaluru adalah 12 jam.

Saat transit, kami memilih menghabiskan waktu di Starbucks *gaya banget* karena butuh charging dan wifi gratis wkwk. Oh iya, di bandara Thailand ada prayer room juga yang terletak di lantai 2. Di sana tempat wudhu dan salat untuk akhwat terpisah dari ikhwan. Saat di Starbucks, kami bertemu lagi dengan dua orang dari sister company tersebut, yang juga sedang menunggu, semakin menguatkan bahwa mereka juga akan datang ke konferensi yang sama di Bengaluru.  Saat masuk pesawat ke Bengaluru, kami pun bertemu mereka kembali, haha. Benar dugaan kami. Penerbangan dari Bangkok ke Bengaluru tidak semulus saat penerbangan sebelumnya dari Jakarta ke Bangkok. Banyak getaran-getaran yang cukup keras sehingga membuat saya sedikit gemetar dan memutuskan untuk tidur saja XD. Saat terbangun tiba-tiba pesawat mau landing.

Saat sampai di bandara Bengaluru (Kempegowda International Airport), kami menuju bagian Visa on Arrival untuk ditanya-tanya mengenai visa dan tujuan ke India. Kami ditanya mau apa saja ke India, tinggal di mana, dan nomor yang bisa dihubungi. Saya menuliskan alamat hotel yang telah dipesan dan nomor dari LO konferensi. Kami juga perlu meng-scan jari-jari untuk rekam biometrik. Prosesnya cukup sebentar. Saat selesai pengecekan Visa, saya bertemu lagi dengan teman sister company tersebut dan agar tidak penasaran saya menanyakan apakah mereka akan menghadiri konferensi yang sama. Ternyata benar. Hotel yang dipesan oleh kantor mereka pun sama dengan hotel yang dipesan oleh kantor kami.

Saat berangkat, kami tidak membawa uang Rupee sepeserpun karena di money changer dekat kantor tidak bisa menukar ke Rupee. Berdasarkan rekomendasi dari teman kantor lama yang pernah ke sana, lebih menguntungkan untuk tarik langsung dari ATM di bandara dibandingkan tuker ke dollar kemudian ditukar ke Rupee. Pada awalnya, terdapat halangan saat mengambil uang karena kartu ATM tidak bisa masuk, padahal sebelumnya teman sister company kami itu bisa. Akhirnya kami pun mencari ATM lain yang ada di luar gate bandara. Di ATM tersebut maksimal pengambilan dalam sekali tarik adalah 10ribu Rupee. Saya dan Mba Wid ingin mengambil sebanyak 30ribu Rupee. 1 rupee saat itu adalah senilai 205 Rupiah. Dalam satu kali tarikan terdapat fee penarikan dari pihak bank ATM sebanyak 200 Rupee dan 25ribu rupiah dari bank kita (saya memakai Jenius) sehingga total-total biaya penarikan sekali ambil adalah 65ribuan. Kami mengambil 3 kali sehingga untuk mengambil 30ribu Rupee (+- Rp6.150.000,00) dikenakan biaya penarikan 198ribu. Ternyata, untuk menghindari biaya penarikan dari bank ATM, bisa menarik dari bank negara India, State Bank of India. Kami sudah terlanjut mengambil cukup banyak Rupee sebelum mengetahui hal tersebut.

Kami dijemput oleh pihak dari penyelenggara konferensi menuju hotel yang telah disediakan oleh panitia karena hotel dari kantor baru bisa check-in di hari berikutnya (13 Juni 2019).  Pada awalnya, hotel yang disediakan panitia juga baru tersedia pada hari esoknya pukul 3 sore. Kami bingung di mana kami bisa menunggu hingga check-in tiba. Sebelumnya kami berpikir untuk menunggu di lounge hotel saja, tapi karena kami sudah lelah menempuh perjalanan, kami memutuskan untuk early check-in saja, dan ternyata dibolehkan oleh pihak hotelnya.

Namun perjalanan tidak semulus itu, mobil yang menjemput kami menurunkan kami di hotel yang salah. Setelah bertanya dengan pihak keamanan di sana, ternyata hotel kami dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 menit. Waktu itu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Kami akhirnya berjalan kaki di tempat yang sepi itu sambil menggeret-geret koper, dan anjing berkeliaran bebas di sana. Kalau dipikir-pikir lagi sekarang, seram juga kami bertiga perempuan masih berjalan kaki saat dini hari seperti itu di tempat sepi. Alhamdulillah Allah masih melindungi kami semua hingga tiba di hotel tempat kami beristirahat satu hari.

Kami pun beristirahat, dan dilanjutkan dengan sarapan dan pindah ke hotel berikutnya yang disediakan oleh kantor kami. Ada dramanya lagi, wkwk. Karena sudah cukup panjang, hari hari berikutnya akan dilanjutkan di part berikutnya.

Terimakasih sudah membaca XD

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s