Kesempatan

Allah SWT memberikan kemampuan untuk hamba-Nya yang mengambil kesempatan, bukan hanya memberikan kesempatan kepada yang memiliki kemampuan.

Saya lupa siapa yang memberikan nasihat itu kepada saya, yang saya ingat adalah saya tahu itu diberikan saat saya SMA. Saya juga tidak ingat alasan saya diberikan nasihat seperti itu, tapi nasihat itu saya ingat sampai sekarang, dan saya terapkan beberapa kali saat kuliah, saat bekerja, dan saya berikan ke teman-teman saya yang membutuhkan.

Salah satu yang  sering dengar saat menjadi pengurus himpunan saat kuliah adalah penolakan saat seseorang akan diberikan amanah untuk menjadi ketua sesuatu, baik ketua acara, kadiv, maupun  pencalonan kahim. Alasannya kurang lebih adalah merasa tidak mampu, tidak cocok, atau masih ada fokus yang lain. Bukan maksud saya menolak amanah itu adalah hal yang buruk, karena memang memegang amanah itu berat dan saya beberapa kali merasa gagal dalam memegang amanah. Namun, kalau alasannya tidak mampu, saya coba untuk memberikan nasihat sesuai quote di atas.

Saat memberikan quote  di atas, saya selalu menceritakan pengalaman saya dalam berorganisasi. Seperti yang saya pernah bahas di pos sebelumnya kalau saya tidak rajin  ikut organisasi saat saya sekolah. Saya tidak pernah berbicara di depan umum dan jarang menyampaikan pendapat di forum. Saat masuk kuliah tingkat pertama, saya mulai mendaftarkan diri ke berbagai organisasi, tapi masih tetap belum bisa aktif dan bisa menyampaikan pendapat di depan umum. Saat kuliah tingkat dua, saya mencalonkan diri untuk menjadi ketua kaderisasi jurusan di himpunan. Tentu saja hal itu adalah langkah yang terlalu berani karena saya tidak memiliki pengalaman sama sekali. Namanya juga saya, selalu mengikuti kata hati, padahal kemampuan diri masih kurang. Nothing to Lose, itu yang saya pikirkan saat itu.

Saya memang akhirnya tidak terpilih, tapi dari situlah saya bisa aktif lebih jauh lagi di himpunan. Saya bisa dipercaya untuk jadi kadiv MSDM SPARTA (nama kaderisasi jurusan saya), lalu kemudian menjadi salah satu Dewan Eksekutif (badan pengurus himpunan), bagian PSDA yang mengurus kaderisasi dan akademik.  Saat menjadi badan pengurus, saya mengenal dan dikenal teman lintas angkatan, tata usaha dan kaprodi (ini sangat menyelamatkan saya di masa-masa tugas akhir saya), dan juga teman-teman di luar himpunan. Saya akhirnya bisa tidak mengantuk di atas jam 9 malam karena banyak rapat malam-malam. Salah satu kakak tingkat saya bilang kalau saya sangat berubah sejak pertama kali melihat saya baru masuk ke jurusan (tingkat dua). Dia tidak menyangka kalau saya bisa aktif. Kalau saya renungkan kembali, semua dimulai dengan mencoba dan memanfaatkan kesempatan, walaupun gagal.

Dari situlah saya belajar untuk mencoba mengambil kesempatan yang tersedia, walau saya merasa belum mampu. Contohnya adalah tahun lalu saat ada pendaftaran untuk menjadi pembicara Appium Conference 2019 di Bengaluru, India. Syaratnya adalah mengirimkan proposal apa yang akan mau disampaikan di sana. Syaratnya cukup mudah bukan? VP Engineering saya saat itu mendorong agar ada perwakilan dari Test Engineer yang mendaftar ke sana. Saya coba mengajak teman-teman saya agar mendaftar dan mengirimkan proposal. Beberapa menolak karena merasa belum siap menjadi pembicara apalagi dalam Bahasa Inggris. Saya? Tentu saja saya mendaftar karena proposal tetap akan diseleksi dan kalau lolos seleksi berarti materi saya cukup menarik untuk disampaikan. Masalah bahasa, saya juga bermasalah, tapi saya yakin jika memang nanti terpilih saya malah akan lebih berusaha untuk memperbaikinya. Alhamdulillah proposal saya diterima, walau presentasi saya tidak bagus-bagus amat tapi saya mendapatkan banyak hal baru setelah menjadi speaker di Appium Conf 2019.

Jadi menurut saya, jangan tunggu kita mampu dulu untuk mengambil kesempatan, tapi ambillah kesempatan yang ada sehingga kita menjadi mampu. Namun tetap harus percaya diri dan mau berusaha, hehe. Jangan berpikiran negatif dulu kalau kita tidak bisa. Begitu juga sebaliknya, kita tidak boleh meremehkan orang yang terlihat tidak mampu tapi mau mengambil kesempatan. Orang itu sedang berusaha untuk meningkatkan kemampuan dirinya melalui kesempatan tersebut. Tetap semangat!

 

 

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s