Antifragility di Ikigai

IMG_5307

Sebenarnya tidak ada dalam daftar keinginan untuk membeli buku ini saat saya ke Booksworm (salah satu toko buku di Church Street, Bengaluru). Saya sudah membawa beberapa buku ke kasir, dan sampai sana saya diberikan rekomendasi untuk membaca buku ini. Dia menjelaskan sangat persuasif, sehingga saya tertarik. Di sisi lain, harga buku di India memang lebih murah. Saya membeli seharga 499 Rupee atau sekitar 98ribu rupiah, sedangkan di Indonesia bisa sekitar 200-300ribu. Saya takut saya menyesal dan India kan jauh ya wkkw, walau beberapa teman masih ada yang mungkin ke sana.

Setelah lama berdiam di lemari, tiba-tiba saya tergugah untuk membaca ini, seperti diberi hidayah. Akhirnya saya selesai membacanya, sedikit lama karena diselingi dengan buku lain yang menurut saya perlu selesai dibaca lebih dulu.

Ikigai adalah suatu filosofi atau konsep di Jepang yang bisa diartikan alasan untuk bangun di pagi hari. jadi ikigai, itu adalah irisan dari apa yang kita sukai (minat), apa yang kita kuasai, apa yang bisa mendapatkan uang, dan apa yang dunia butuhkan. Gambarnya adalah sebagai berikut:

images

Jadi irisan antar keempat elemen itulah *terdengar seperti avatar* yang menjadi filosofi orang Jepang untuk tetap bersemangat hidup sehingga jumlah centenarians (orang yang berumur lebih dari seratus tahun) tinggi.

Salah satu bagian dari buku ini yang menarik buatku yaitu konsep antifragility. Jika fragile adalah menjadi lemah ketika disakiti atau dirugikan, nah antifragility ini justru makin kuat ketika disakiti atau dirugikan. Di buku itu diibaratkan dengan Hydra yang kepalanya tumbuh menjadi double kalau dipotong. Kita bisa menerapkan antifragility di kehidupan sehari-hari *tentu bukan dengan mencoba menumbuhkan kepala menjadi dua wkwk *:

Membuat lebih banyak pilihan

Di buku ini diberi contoh untuk menghindari fragility di bagian keuangan kita dengan tidak hanya berpegang dengan satu pekerjaan atau satu salary. Kita perlu memiliki penghasilan lain untuk mencegah kita menjadi lemah saat di-PHK di pekerjaan utama. Kita bisa mencoba untuk memonetize hobi kita atau mengambil kerja sampingan. Kalau saya sendiri berpikir ini bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga sebagai langkah untuk menjadi antifragile jika suami tidak dapat memberikan nafkah lagi karena suatu hal atau untuk menambah uang jajan sendiri. Saya melihat teman saya sudah menerapkannya dengan berjualan online.

Note for my self: karena hobi saya bernyanyi tapi tidak mungkin dimonetize, saya mencoba hobi baru yaitu memasak, semoga gangekitchen bisa segera buka ketring, aamiin, hihihi. Selain itu, bisa juga ambil side job jadi freelancer dengan kemampuan yang ada.

Mitigasi Resiko

Sebenernya judul di bukunya sangat panjang, wkwk. Contohnya adalah jika kita memiliki uang 100 juta dan ingin kita investasikan, maka taruhlah sebagian besar e.g di tempat yang resikonya kecil, misal 70 juta di deposito. Kemudian sisanya bisa kita investasikan di beberapa saham, misal 6 juta di 5 saham. Intinya kita mengambil resiko kecil yang bisa menghasilkan reward yang besar tanpa harus menjebakkan diri kita dalam bahaya. Jadi, uang kita yang di saham bisa saja nilainya menurun atau bahkan naik berkali-kali lipat tapi kita masih aman dengan menyimpan sebagian besar uang kita di deposito.

Hindari hal-hal yang membuat fragile

Kita perlu tahu apa saja yang bisa membuat kita lemah, bisa dalam bentuk barang, orang ataupun kebiasaan buruk. Bagi yang membuat resolusi tahun baru, bisa dimasukkan ke dalam tantangan untuk tahun depan nih, apa yang perlu kita hindari. Contoh dari bukunya: berhenti mengemil di antara jam makan (bukunya menyindir saya wkwk), makan manis seminggu sekali, berangsur-angsur bayar semua hutang, menghindari menghabiskan waktu dengan orang yang toxic. atau batasi waktu sosial media e.g 20 menit per hari.

Note for myself: Saya perlu menghindari makan terlalu banyak, selain diet, juga bikin malas. Terlalu bergantung atau berharap banyak dengan orang lain. Berharaplah hanya kepada Allah SWT.

Itu saja sih jurus antifragile yang dibahas di buku itu. Kalau mau pinjam bisa hubungi saya langsung, tapi waiting listnya udah banyak XD.

Last but not least, Quotes yang saya suka di buku ini, dan memang ada di bagian kesimpulan bukunya XD :

Life is not a problem to be solved. Just remember to have something that keeps you busy doing what you love while surrounded by the people who 💕 you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s