Memories Part 1

Mungkin karena efek hujan, yang saya tidak tahu dasar ilmiahnya apa, yang membuat saya tiba-tiba ingat beberapa kejadian di masa lalu yang jarang teringat. Hal-hal trivial  yang kalau diingat bisa membuat saya terlupa kesulitan yang sedang dihadapi *lebay* Mungkin lebih ke menertawakan perilaku diri sendiri kali ya, wkwk

Lomba Berjalan Cepat Bersama Bapak-bapak

Dalam memilih sekolah, saya selalu mencari sekolah yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki tanpa harus naik angkot atau kendaraan lain, kecuali kereta. Alasan terkuatnya adalah karena saya mabuk darat waktu kecil, tapi Alhamdulillah mulai SMP sudah tidak. Oh iya, bisa ditempuh dengan berjalan kaki belum tentu jaraknya tidak jauh, tapi tidak sampai lebih dari 2 km. Saat SMP dan SMA, di daerah tempat tinggal saya, Bojonggede, tidak ada yang lebih bagus dibanding di kota Bogor, jadi saya memilih sekolah di Kota Bogor. Tentu saja tidak bisa hanya dengan berjalan kaki, tapi juga naik kereta listrik. Namun saya tetap memilih sekolah yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari stasiun Bogor.

Jadwal kereta pertama yang ke Bogor dari arah Jakarta dan merupakan jadwal yang paling aman agar tidak terlambat adalah pukul 5.38 (karena setelah itu adanya sekitar pukul 6, terlalu mepet dengan jam masuk sekolah). Jarak dari rumah ke stasiun Bojonggede adalah sekitar 1.1 km dengan medan yang banyak cukup banyak tangga naik dan turunnya. Oleh karena itu, saya harus berangkat maksimal pukul 05.20.

Saat jam-jam tersebut, tidak hanya saya yang berjalan kaki ke stasiun, tapi juga yang bekerja. Saya dulu suka jalan cepat. Jiwa kompetitif saya kadang terpanggil bukan di tempatnya XD. Saya kadang menantang diri saya sendiri untuk berjalan lebih cepat lagi agar tidak didahului oleh bapak-bapak, wkwk. Banyak sih yang tidak sadar, tapi ada beberapa ada yang sadar kalau saya kelihatan tidak mau kalah cepat, wkwk. Jadilah saya selalu berkeringat banyak sebelum naik kereta. Itu alasan saya kurus saat masih sekolah wkwkwk.

Menjadi AnKer dan merasakan ributnya Tawuran

Saya dan teman-teman saya yang juga menggunakan kereta untuk ke sekolah menamakan sendiri sebagai geng Anker (dibaca angker) alias Anak Kereta. Dulu itu kereta tidak seperti sekarang yang pintunya tertutup. Pintu dan jendelanya kebanyakan terbuka, dan masih ada yang duduk di atas kereta. Orang pun bisa dengan mudahnya menarik rem darurat yang bikin saya sering kesal sekaligus was-was. Kesal karena memperlambat kereta sampai ke tujuan. Was-was karena biasanya pertanda mau ada orang tawuran lewat. Berkali-kali saya melihat orang tawuran lewat. Pertamanya sih takut, lama-lama terbiasa XD.

Menghafal RPUL

Ibu saya mungkin tahu saya senang dengan pengetahuan umum. Saya didaftarkan ke cerdas cermat yang ada saat 17an. Ibu saya mempersiapkan saya dengan melatih saya mengingat fakta-fakta dan informasi di RPUL. Ibu saya sungguh niat. Alhamdulillah saat itu saya senang-senang saja, jadi tidak menolak. Jangan tiba-tiba tanya soal ke saya ya, sekarang sudah banyak berubah dan saya lupa XD.

Bermain Tebak-tebakan saat pergi jalan-jalan

Kalau ini sih hobi ayah saya. Untuk mengisi kekosongan dan kebosanan. Kalau dulu kan belum marak telepon genggam. Kebanyakan tebak-tebakannya buatan ayah saya sendiri. Efeknya bisa kalian tahu sendiri XD

Sudah itu saja yang sedang saya ingat. wkwk

Terimakasih sudah membaca XD

 

 

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

2 thoughts on “Memories Part 1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s