Sekarang Kita Cerita Tentang Hari Ini

Familiar dengan judulnya? Ya, memang terinspirasi dari film yang akhirnya saya tonton hari ini:

Image result for NKCTHI
Sumber: Tirto.id

Beneran Jul mau kamu mau nonton bioskop?

Itu pertanyaan heran dari teman-teman saat saya mengajak nonton bioskop. Wajar sih, karena saya biasanya kurang tertarik untuk nonton film di bioskop. Mungkin teman saya sudah lelah mengajak saya sehingga saya tidak pernah ditawari lagi. Pernah saat saya ingin menonton suatu film tapi teman-teman saya sudah nonton duluan dan tidak mengajak karena mereka mengira saya tidak mungkin tertarik. Oleh karena itu, sekarang saya ajak duluan karena saya memang mau nonton film ini.

Mengapa mau nonton film ini?

Sebenarnya awalnya tidak tertarik. Bahkan bukunya yang populer pun tidak saya baca dan quotes yang berkeliaran di IG atau Twitter pun biasanya saya lewati saja. Semua bermula dari saya iseng menonton trailernya di vidio.com. Saya melihat ceritanya bertemakan keluarga dan dari rumah produksi yang sama dengan Keluarga Cemara, yaitu Visinema Pictures. Saya sangat menikmati film Keluarga Cemara alias nangis kejer, mungkin karena filmnya sedikit berhubungan dengan saya. Teman saya sampai tidak bisa menangis karena tertawa melihat saya yang terlalu berlebihan. Habis itu lega banget, seperti pelampiasan, wkwk. Jadi saya mau nonton film NKCTHI karena berharap saya bisa menangis sebebas itu, #eh. Selain itu, saya juga membaca review dari teman saya. Dia memberikan review yang bagus untuk film ini. Saya menjadi penasaran yang kemudian mendorong saya untuk menonton film ini di bioskop *tidak menunggu sampai ada di tv seperti biasanya, wkwk*

Saat menonton film ini, jujur saja saya tidak ingin film ini cepat selesai, saya menikmati film ini. Biasanya saya ingin film cepat-cepat saja berakhir karena tidak betah, wkwk. Soundtrack-nya juga bagus. Untuk masalah menangis, tidak sebanyak di film Keluarga Cemara. Saya senang dengan pesan-pesan yang terselip. Untuk tidak menahan kesedihan, menyelesaikan masalah satu per satu, dan tetap bertahan saat masalah datang bertubi-tubi. Habis nonton ini, berasa punya semangat tambahan walau masalahnya sebenarnya tidak berhubungan, tapi saya sambung-sambungkan saja, wkwkwk. Saat film selesai, saya menjadi lebih segar *sebenarnya efek minum kopi juga sih, wkwkwk*,  malah teman saya yang menangis menjadi-jadi. Rasanya mau saya balas meledek karena dia yang sebelumnya meledek saya saat nonton Keluarga Cemara, wkwk. Tentu saja tidak saya lakukan karena saya kasihan. Mungkin cerita ini berhubungan dengan masalah yang sedang dia hadapi.

Sebagai penutup, saya berikan dua perkataan atau kutipan yang cukup berkesan:

“Sedih kadang membawa kita ke arah yang lebih tinggi. Mata angin nggak bisa diatur, tapi arah layar bisa”.

dan

“Hidup itu lucu, yang dicari hilang, yang dikejar lari, yang ditunggu pergi. Sampai kita lelah dan menyerah, saat itulah semesta bekerja”

P.S: Bukan berarti harus lelah dan menyerah ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s