Kisah di Kontrakan (Bagian 1)

Masih ingat dengan RNS? Salah satu tokoh yang pernah diceritakan di blog ini, yang judulnya “Tamu Tak Diundang” itu, wkwkwk. Dia berulangtahun hari ini. Saya jadi ingat, dulu dengan teman-teman satu asrama/kontrakan/kosan, kalau ada yang ulang tahun kami senang membuat kejutan. Kejutan di jam 12 malam teng kalau bisa. Kami patungan membeli kue sesuai budget kami saat itu, biasanya sih Bolu Amanda. Kami beli diam-diam, lalu pura-pura tidur dan kemudian mengejutkan yang berulang tahun di tengah malam. Dari semua kejutan ulang tahun yang kami lalui, yang paling epik itu saat kami tinggal di kontrakan.

Kontrakannya ada di Cisitu Lama Gang berapa saya lupa. Pokoknya letaknya antara Asrama Bumi Ganesha dan Asrama Sangkuriang. Jalannya sedikit sempit. Kontrakannya terdiri dari 4 kamar, 1 kamar mandi, dan 1 ruang bersama (yang digunakan untuk menyimpan lemari-lemari baju kami dan menjadi tempat berkumpul juga). Oh iya, satu kontrakan dihuni oleh 8 orang terpilih, wkwk. Formasi pengisian kamar: 3-2-1-2. Kami menyewanya selama satu tahun, saya lupa harganya, belum termasuk biaya air dan listrik yang perlu kami bayar tiap bulan. Informasi tambahan, listrik dan air berbagi dengan tetangga sebelah, jadi satu sekring listrik gitu. \

Kembali ke topik kejutan ulang tahun. Jadi, suatu malam kami ingin memberikan kejutan ulang tahun ke salah satu teman kami. Dia berada di kamar nomor 4 yang berisi dua orang. Kami akan menunggu dia tertidur, kemudian memberikan kejutan pada pukul 12 malam, seperti rencana biasanya. Namun, yang berbeda kali ini adalah orangnya. Teman saya yang berulang tahun ini sangat rajin belajar. Malam itu dia tidak kunjung tidur juga padahal sudah mendekati pukul 12 malam. Kami sudah panik karena takut rencana akan gagal. Kami perlu membuat dia tertidur.

Bagaimana caranya?

Tentu bukan dengan obat tidur. Terlalu mencurigakan. Kami mematikan sekring listrik, menciptakan keadaan seakan-akan mati listrik. Harapannya, dia akan berhenti belajar dan kemudian tertidur. Saat mematikan sekring listrik, dia langsung keluar kamar dan menanyakan apakah listriknya turun atau memang mati listrik. Tentu saja kami menjawab tidak jujur *Maafkan kamiii*. Sayangnya, teman kami ini malah tidak tidur dan tetap di ruang bersama. Untuk menyelamatkan rencana, kami akhirnya izin tidur di kamar masing-masing. Dia pun tidur. Kami pun tidur juga, hahahahaha. Akhirnya, kami memberikan kejutan pada besok paginya.

Lucunya, kejutan tidak hanya gagal. Kami juga ditegur tetangga sebelah karena mematikan listrik. Kami lupa kalau sekringnya satu untuk bersama. Tetangga sebelah kami jadi semalaman tidak ada listrik. Kami pun menjadi merasa bersalah.

Begitulah salah satu cerita di kontrakan kami. Cerita ini yang paling saya ingat karena saya *kalau tidak salah ingat* yang memberi ide mematikan listrik. Masih ada beberapa kisah lain yang kalau saya ingat akan saya ceritakan di bagian-bagian berikutnya.

Terimakasih sudah membaca XD

4 thoughts on “Kisah di Kontrakan (Bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s