Rezeki

Rezeki itu tidak hanya berupa harta saja. Kesehatan, lingkungan kantor, dan teman yang baik pun adalah rezeki. Saat uang atau kesuksesan yang dimiliki lebih sedikit dari orang lain, terkadang hati ini merasa sedih dan menjadi kurang bersyukur, padahal diberikan rezeki bentuk lain yang berlebih. Saat rezeki bentuk lain itu diambil, barulah sadar kalau tidak hanya harta yang membuat kehidupan bahagia, tapi memiliki rezeki bentuk lain itu juga sebuah hal yang bisa membuat kita bersyukur setiap hari.

Saya tidak lahir dari keluarga yang kaya, namun Alhamdulillah saat saya belum bekerja saya selalu diberikan kesehatan yang baik. Bukannya tidak pernah sakit, tapi Alhamdulillah sakitnya masih bisa sembuh sendiri tanpa harus menemui dokter. Saya terlalu takut untuk memberatkan orang tua saya yang perlu menanggung kebutuhan empat orang anaknya. Sekarang Alhamdulillah ada asuransi kantor kalau saya sakit. Sekarang saya menyadari, walau tidak perlu mengeluarkan uang untuk ke dokter tapi lebih menyenangkan saat tidak sakit. Jadi, kesehatan juga rezeki yang perlu senantiasa kita syukuri.

Saya sudah beberapa kali pindah kantor, dan tidak semua membuat bekerja menjadi menyenangkan (tidak semua saya tulis di linkedIn kalau ada yang penasaran, wkwk). Tidak semua membuat saya nyaman, yang membuat jam kerja berasa cepat. Saat tahun-tahun awal di kantor yang sekarang, fasilitas kantor dan gajinya belum sekompetitif perusahaan-perusahaan IT lain, apalagi kalau dibandingkan dengan perusahaan startup ternama. Namun saya tidak mencoba mencari pekerjaan di perusahaan lain karena budaya kantor yang cocok dengan saya. Saya senang bekerja pair programming (yang membuat saya tobat dari distraksi saat kerja, lebih fokus, dan tidak otomatis membuka sosial media saat bekerja), tidak ada lembur (waktu pulang kerja kantor sudah kosong), dan juga teman teman kantor yang tidak toksik dan selalu mengajak kebaikan (menyeimbangkan dunia dan akhirat). Manajemen kantor pun selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pegawainya. Alhamdulillah sekarang gaji sudah kompetitif dengan perusahaan IT lainnya, fasilitas kantor jauh lebih baik dan lengkap, dan juga saya diberikan kesempatan untuk pindah role. Ada pengajian akhwat juga loh, mengundang ustadz/ustadzah untuk menyampaikan kajian. Jadi promosi kantor. Menurut saya, walau gaji/benefit tidak sebesar kantor lain, cari yang membuat diri jadi lebih baik dari hari ke hari. Bonus kalau gajinya juga kompetitif.

Termasuk teman yang baik. Alhamdulillah Allah selalu mendekatkan saya dengan orang-orang yang baik. Teman yang Insya Allah membawa saya lebih baik dunia dan akhirat. Teman-teman saya ini juga sangat memahami saya walau saya mengesalkan. Apalagi teman-teman saat kuliah dulu. Saat pertama kali tinggal bersama orang lain (bukan keluarga) satu rumah di kontrakan, saya perlu banyak adaptasi untuk mengelola emosi. Saya sering sekali bertengkar, ngambek, emosi. Teman saya itu tidak lantas tidak suka dengan saya atau menjauhi saya. Alhamdulillah teman-teman saya lebih dewasa. Mereka membantu saya menjalani masa adaptasi. Saya merasa saya sekarang bisa lebih dewasa karena teman-teman saya, lebih sabar menghadapi orang, dan lebih positif menjalani hidup. Semoga nanti saya juga diberikan teman hidup yang membuat saya menjadi orang yang lebih baik lagi, aamiin.

 

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s