Hidup Yang Tidak Dipertaruhkan Tidak Akan Dimenangkan

Awalnya post ini mau berjudul ala ala NKCTHI lagi, yaitu SKCTMK alias Sekarang Kita Cerita Tentang Minggu Kemarin. Saya namakan begitu sebenarnya karena saya kurang ide untuk menulis blog. Saya pikir saya bisa menceritakan apa saja yang terjadi minggu sebelumnya dan bisa jadi ide tulisan tiap minggu agar tetap rutin menulis (padahal banyak blog post yang masih bisa dilanjutkan ceritanya). Saat di akhir tulisan, rasanya lebih baik kalau judulnya lebih ke highlight di minggu itu, tidak jadi SKCTMK Minggu 1, dst.

Seminggu kemarin saya tidak melanjutkan program penurunan index massa tubuh alias BMI saya seperti minggu-minggu sebelumnya. Lebih tepatnya sih cara saya menurunkannya salah. Saya merasa lemas dan mudah capek selama sebulan terakhir. Saya kira itu wajar karena adaptasi setelah kehilangan berat badan. Akhirnya saya tahu penyebabnya setelah saya mencoba donor darah. Tekanan darah saya cukup memenuhi (walau batas bawah), tetapi kadar hemoglobin saya rendah. Kurang sekitar 2,5 poin dari batas bawah yang normal. Setelah saya membaca lebih lanjut mengenai peran hemoglobin dan efek samping kekurangannya, saya akhirnya menyadari kalau selama ini saya anemia.

Saya memutuskan untuk makan yang lebih sehat minggu ini dan lebih banyak untuk mempercepat pemulihan. Saya perlu memakan sayuran hijau yang kaya zat besi seperti bayam dan kangkung dan juga daging, ayam, dan ikan. Teh dan kopi perlu dihindari diminum setelah makan karena merupakan inhibitor penyerapan zat besi. Vitamin C yang membantu penyerapan zat besi. Saya belum mematuhi semuanya pada minggu kemarin, tapi hasilnya cukup baik. Saat mencoba donor darah kembali pada hari Jumat kemarin walau tetap ditolak karena Hb belum memenuhi tapi setidaknya sudah naik 1,2 poin. Setengah perjalanan lagi! Semoga minggu depan memenuhi, aamiin.

Minggu ini adalah minggu penilaian performansi di kantor. Ini adalah penilaian pertama saya sebagai iOS Engineer. Seperti yang saya sudah prediksi di awal, nilai saya di tahun ini tidak sebaik tahun tahun sebelumnya saya sebagai Test Engineer. Sedikit sedih sih, tapi saya sudah menyadari itu resiko saya untuk pindah ke bidang baru, yang saya tidak kuasai sama sekali sebelumnya. Yang patut disyukuri, penilaian ini memberikan beberapa feedback terhadap saya dan juga semangat untuk mengejar ketertinggalan lebih cepat. Salah satu teman saya bilang, tetap semangat karena software engineering adalah perjalanan yang panjang, dan saya baru saja mulai.

Mba Wid punya cara sendiri untuk menghibur saya. Mungkin tidak berniat sebenarnya, tapi dia menemukan video bagus yang membuat saya berpikir saya sudah di jalan yang benar. Video yang sebenarnya iklan salah satu marketplace di Indonesia, judul dan pranalanya: Najwa Shihab – Tetap Gigih dan Tidak Takut Untuk Menggapai Cita-cita. Video ini berbentuk seperti talkshow yang dibawakan oleh Cak Lontong dan Najwa Shihab sebagai narasumbernya. Di talkshow ini, Najwa Shihab menceritakan awal perjalanan karirnya hingga bisa 20 tahun di dunia jurnalistik dan menjadi jurnalis ternama di Indonesia. Dia mengaku bahwa cita-citanya sebenarnya ingin menjadi hakim, jaksa, atau pengacara, hingga saat selesai kuliah di fakultas hukum UI dan magang 3 bulan menjadi wartawan, dia merasa jatuh cinta dengan profesinya. Mbak Nana jatuh cinta dengan jurnalistik yang menjadi karirnya selama 20 tahun ini.

Mbak Nana juga menceritakan mengenai titik terendahnya saat hidup, yaitu saat kehilangan anak perempuannya. Saat itu, Mbak Nana belajar untuk belajar ikhlas dan tawakkal. Tawakkal kepada Allah SWT yang berarti meminta Allah untuk mewakilkan semua urusan. Kita harus berusaha terlebih dahulu, baru Allah akan membantu. Saat sudah berjuang keras untuk mempertahankan anak perempuannya, dan tetap diambil oleh Allah Swt, di situ Mbak Nana belajar mengenai ikhlas dan menyerahkan diri kepada Allah Swt.

Selain itu, Mbak Nana menceritakan bagaimana dia keluar dari zona nyamannya sebagai presenter di TV dan memulai perjalanan pertamanya pindah ke konten digital di Narasi TV, perusahaan yang dirintisnya sendiri. Mbak Nana mengatakan kalau awalnya dia merasa takut saat harus memulai hal yang baru, tapi tidak ada pilihan selain berubah. Ada resiko yang harus diambil, dan itu harus dan layak dilakukan karena dia mengingat suatu ungkapan:

Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan dimenangkan

Screen Shot 2020-01-28 at 08.08.50

Yang saya pelajari dari Mba Nana ini adalah untuk sukses di suatu bidang kita perlu mencintai bidang tersebut. Perlu berusaha sekuat tenaga dan kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Ikhtiar dan tawakkal. Ikhlaskan apa yang sudah pergi dari kita. Memulai hal baru memang sulit, namun jika kita yakin akan menjadi lebih baik, merelakan posisi yang nyaman adalah hal yang perlu dipertaruhkan.

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

3 thoughts on “Hidup Yang Tidak Dipertaruhkan Tidak Akan Dimenangkan”

    1. Boleh Kak,
      Jadi kalau di kantorku itu pertama tama kita mengisi penilaian buat diri sendiri, kayak apa yang udah dikerjakan, hasilnya bagaimana dan apa yg bisa ditingkatkan,
      kalau di kantor kan pair programming nih kak jadi nanti teman2 yang pernah pairing dengan kita akan ngisi penilaian buat kita dan feedback buat kita, setelah itu lead/manager yang akan menentukan nilai akhir berdasarkan penilaian sendiri dan teman teman dan disampaikan ke kita sekalian menyampaikan feedback

      Gitu sih kak garis besarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s