Kerupuk

Keluarga saya termasuk keluarga penyuka kerupuk, terlebih lagi ayah saya, kalau mau makan pasti harus dengan kerupuk. Saya sering disuruh ke warung terlebih dahulu jika saat mau makan tidak ada kerupuk. Saat masih sekolah saja sih, kalau sekarang ayah saya stok kerupuk sampai ukuran satu guling. Kalau dulu kerupuknya kerupuk blek yang biasanya ada di kaleng biru, kalau sekarang kerupuknya kerupuk ikan yang keriting disimpan di dalam kaleng yang tidak berwarna biru wkwk. Keluarga nenek saya di Bandung juga penyuka kerupuk. Saat saya masih kuliah, saya sering beli di warung terdekat dari rumah nenek saya. Saya sering beli yang di plastik yang digantung harganya kurang lebih 1000 – 2000 rupiah. Ada yang kerupuk keriting putih, kerupuk gendar, kerupuk jengkol, dan kerupuk-kerupuk lainnya. Kalau lebaran, kerupuk yang tersedia itu kerupuk rangginang. Banyak sekali, jadi tidak beli di warung lagi.

Saya juga suka kerupuk, tapi tidak se-hardcore ayah saya. Saya tidak harus makan ditemani dengan kerupuk. Saya lebih suka dimakan terpisah, sebagai camilan. Kalau mendapatkan makanan dari kantor biasanya ada kerupuknya, makanan saya makan duluan dan kerupuknya saya bawa pulang ke kosan. Saya makan saat saya ingin ngemil karena saya sudah jarang stok makanan di kosan. Antara diet atau hemat XD.

Saya suka jenis kerupuk apa saja, tapi ada satu yang lebih difavoritkan, yaitu kerupuk kulit/jangek/rambak. Saat masih dibolehkan jualan di dalam kereta (saat saya masih sekolah), saya selalu mencari penjual kerupuk kulit. Harganya dahulu seribu rupiah per bungkus. Termasuk kemewahan bagi saya sih sebenarnya. Rasanya gurih sekali. Warnanya kuning. Dulu sih tidak terlalu memerhatikan apakah benar dari kulit sapi atau tidak. Warnanya pun kuning. Kalau diingat-ingat sih agak bikin gatal tenggorokan, tapi saya banyakin minum saja. Saat kuliah saya menjumpai kerupuk kulit saat ke tempat sate Padang di Dipati Ukur. Betapa kagetnya saya saat itu, dengan kuantitas yang sama harganya dua kali lipat lebih. Tapi memang enak sekali makan sate padang dengan kerupuk kulit (kerupuk jangek), jadi orang-orang biasanya beli saja. Saat sudah bekerja, saya membeli kerupuk kulit dengan ukuran lebih besar karena setelah dihitung-dihitung menjadi lebih murah dan juga kalau hanya membeli sebungkus kecil: mana cukup?

Sekarang saya tidak hanya membeli kerupuk kulit, tapi juga menjualnya. Menjual kembali dagangan teman. Awalnya sebenarnya kebetulan saja sih. Teman saya tersebut tiba-tiba memberikan WA di salah satu grup wanita teman-teman satu fakultas dulu (yang hanya aktif kalau ada yang nikahan atau lahiran yang berarti jarang sekali aktif XD). Dia menawarkan free sample dari kerupuk kulit yang dia jual dengan syarat post di Instagram. Saya sebagai penyuka kerupuk kulit tentu saja ikutan walau sebenarnya ragu juga kalau dipos di Instagram saya itu akan membantu atau tidak. Kan saya bukan selebgram, hahaha. Saat sample tiba di kantor, saya kaget ternyata lumayan banyak juga. Saat saya membawanya masuk ke ruangan, teman-teman saya menengok ke arah saya. Akhirnya saya buka saja dan menawarkan ke teman-teman. Saya tiba-tiba kepikiran untuk meminta testimoni teman-teman saya dan saya post di Instagram. Dari situ, ternyata banyak yang suka dan pesan lewat saya. Karena sudah memenuhi syarat untuk menjadi reseller akhirnya saya buka PO saja. Saya tidak menyangka kalau rambak lovers banyak sekali. Saya merasa saya tidak eksklusif XD. Oh iya kerupuk kulitnya ada banyak rasa: asin, pedas, pedas cikur, pedas jeruk, bbq, dan jagung bakar. Seperti ini penampakannya:

camphoto_1804928587 2
Ada ukuran setengah bal (seperti yang warna putih) atau ukuran satu bal (yang seperti guling)

Kalau pembaca berminat membeli bisa langsung ke shopee ini atau hubungi saya langsung. Kok jadi jualan XD.

Terimakasih XD

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s