Day ?? : Kisah Sedih Masa Korona

Entah sekarang sudah hari ke berapa dari masa karantina dimulai. Sudah malas menghitung hari, nanti jadi lagu Krisdayanti lagi XD. Awal minggu ini saya mulai dengan kisah kesedihan, saya menonton drama Korea super sedih yang menguras air mata (walau ada komedinya juga sih), Hi Bye Mama. Saya sebenarnya sudah lama berhenti menonton drama Korea, tetapi saya sudah terlanjur berlangganan Netflix untuk menonton film yang saya ingin sekali tonton. Saya pikir saya harus memanfaatkan masa langganan sebulan ini.

Saat menelusuri daftar film di halaman muka Netflix, akhirnya saya menemukan poster yang menarik: seorang anak kecil lucu di antara dua wanita. Saya coba menonton episode pertamanya terlebih dahulu dan ternyata menarik dan akhirnya saya penasaran dan saya tonton hingga akhir episode. Tidak langsung sehari sih, beberapa hari dengan melompati beberapa adegan yang terlalu sedih.

Hi Bye, Mama!: Season 1
Hi Bye Mama

Jadi film ini mengisahkan seorang wanita yang menjadi hantu setelah meninggal dunia karena kecelakaan. Dia meninggal saat hamil besar dan anak yang dikandungnya berhasil diselamatkan. Setelah 5 tahun, dia selalu menemani keluarganya, walau tidak terlihat. Suaminya pun sudah menikah lagi. Pada suatu waktu, dia diberikan kesempatan hidup selama 49 hari dan dapat hidup secara permanen jika dia bisa mendapatkan posisinya kembali: menjadi ibu dari anaknya dan menjadi istri dari suaminya kembali, yang berarti perlu “menyingkirkan” istri baru suaminya.

Mengapa saya jadi cerita tentang film ya? haha. Intinya saya menjadi gloomy setelah menonton film itu. Film tersebut tidak hanya bercerita tetang kehidupan wanita tersebut, namun juga mengenai kehidupan hantu lain yang memiliki kisah tersendiri. Kisah yang membuat hati sesak dan membuat kita mensyukuri  karena kita masih diberikan kesempatan hidup.

Selain mengawali minggu ini dengan menonton kisah sedih, terdapat beberapa berita duka yang terjadi di minggu ini. Berita bahwa Didi Kempot dan Adi Kurdi meninggal dunia, hingga Mcd Sarinah yang ditutup permanen pada 10 Mei 2020. Saya sebenarnya bukan fans beratnya Didi Kempot. saya hanya tahu beberapa lagunya saja. Walaupun saya tidak mengerti bahasa Jawa, saya punya aplikasi penampil lirik yang ada translasinya XD. Saya turut berduka karena saya merasa Alm. Didi Kempot sangat baik, walau saya hanya melihat dari layar kaca dan tweet di akun Twitternya.

Beda Penampilan Karakter Pemain Keluarga Cemara Dulu dan Kini ...
Keluarga Cemara (Sumber: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3692160/beda-penampilan-karakter-pemain-keluarga-cemara-dulu-dan-kini)

Alm Adi Kurdi adalah aktor yang memerankan Abah di sinetron Keluarga Cemara. Saya senang menonton Keluarga Cemara saat kecil. Series yang menceritakan kehidupan sederhana Abah, Emak, dan anak-anaknya: Euis, Cemara, dan Ragil. Saya sedikit merasa related karena saya juga memanggil bapak saya dengan sebutan “Abah”.  Selain itu, jalan ceritanya juga sedikit mirip, walau abah saya tidak menjadi supir becak setelah kesuksesannya berakhir.

Berita sedih selanjutnya yaitu McD Sarinah ditutup. Saat saya masih tinggal di Jakarta dan keuangan keluarga sedang baik-baiknya, setiap Sabtu saya diajak makan di luar oleh abah saya. Saya senang dibelikan paket Happy Meal. Tentu saja karena berhadiah mainan. Hadiah mainannya kualitasnya bagus, bahkan awet hingga sekarang. Saya masih menyimpannya di rumah. Setiap mainan dari Happy Meal memiliki tahun pembuatan di bawahnya, jadi walau saya tidak ingat, saya tahu kapan saya mendapatkan mainan tersebut. Abah selalu membawa saya ke McD Sarinah itu. Saya tidak ingat sih bagaimana rupanya saat dulu dan tidak ada foto juga. Ibu saya yang selalu cerita setiap melewati daerah sana.

McD Sarinah (Sumber: https://www.ayobandung.com/read/2020/05/08/88631/akhir-kisah-mcdonalds-sarinah-yang-berujung-tutup-permanen)

Selain memori masa kecil, McD Sarinah juga tempat saya membeli Happy Meal dengan uang saya sendiri setelah saya bekerja sampingan saat kuliah. Berbeda dengan saya dan adik saya yang pertama, adik saya yang kedua dan ketiga tidak pernah dibelikan Happy Meal karena kondisi keuangan yang pas-pasan. Saat saya punya uang lebih dan kebetulan sekali saya sedang melewati Sarinah (Saya biasanya naik kereta dari Bandung ke Gambir kemudian lanjut KRL hingga Bojonggede), saya jadi mampir ke McD terdekat untuk beli Happy Meal sebagai oleh-oleh untuk adik saya. Oleh-oleh dari Bandung beli di Jakarta XD. Nah, McDnya itu McD Sarinah. Jadi, McD Sarinah termasuk tempat yang berkesan untuk saya.

Walaupun banyak hal sedih minggu ini, ada juga hal yang menggembirakan. Saya mencoba beberapa situs yang dapat menghasilkan uang. Bukan judi online loh. Karena portofolio saya belum bagus di freelancer.com,  saya mengerjakan tugas-tugas cukup simple di situs uji coba perangkat lunak seperti testerwork.com dan juga membantu anotasi data untuk AI di remotasks.com. Tidak seberapa sih feenya, tapi satu dolar demi satu dolar lama-jadi beberapa dolar. Lumayan untuk mengisi waktu dibanding nonton film yang sedih XD

“I have to keep walking, to keep me from falling down” Man On A Wire – The Script

 

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s