Marathon, bukan Sprint.

Sudah sekitar 3 bulan berlalu dari kasus pertama Corona dilaporkan. Dari awalnya 2 orang yang terkonfirmasi positif Korona, hingga kini menjadi 26940 orang. 2 minggu setelah kasus positif dilaporkan, kantor memberikan kebijakan untuk bekerja dari rumah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) hampir sebulan kemudian (10 April 2020) yang kemudian diikuti oleh provinsi lainnya (Sumber: Kompas). Saat itu, PSBB direncanakan berlangsung selama 2 minggu, namun karena kasus positif terus bertambah dengan kecepatan yang tidak menurun, PSBB terus diperpanjang hingga tulisan ini dibuat. Pemerintah pusat juga memberikan beberapa kebijakan seperti pembatasan transportasi, larangan adanya transportasi udara untuk mencegah adanya yang mudik yang berlaku pada tanggal 24 April hingga 31 Mei 2020 (Sumber: https://www.kompas.tv/article/78087/kemenhub-buat-skema-pelarangan-angkutan-transportasi-udara-mudik-2020). Namun akhirnya pada tanggal 7 Mei, transportasi umum dilonggarkan kembali oleh Kemenhub dengan menaati protokol kesehatan seperti adanya surat dinas dan surat bebas Covid (Sumber: https://tirto.id/menhub-mulai-7-mei-semua-transportasi-umum-beroperasi-normal-lagi-fllh).

Selama WFH berlangsung, saya berusaha untuk menaati peraturan. Saya sebisa mungkin tidak keluar rumah kecuali untuk membeli bahan makanan atau kebutuhan pokok lainnya. Saya sempat menggunakan transportasi KRL untuk ke dokter gigi karena menurut saya sudah mendesak. Seperti yang sudah saya katakan di tulisan-tulisan sebelumnya, di awal WFH saya sempat ragu apakah saya bisa tahan tidak bertemu dan keluar rumah dalam waktu yang lama. Saya memprediksi bahwa keadaan ini akan berlangsung cukup lama. Saya perlu mengatur emosi, ekspektasi, dan juga penghematan untuk bisa bertahan hingga akhir pandemi. Bertahan untuk selalu sehat lahir dan batin. Saya menganggap ini sebagai maraton, bukan sprint. Perjalanan mungkin masih panjang, saya perlu mengatur tenaga agar tetap bertahan hingga garis Finish.

Salah satu bentuk usaha yaitu untuk tetap terhibur dan tidak stress. Saya mengurangi membuka sosial media, dan menghindari membaca hal-hal negatif. Saya hanya melihat apa yang saya ingin lihat. Akibatnya, saya sedikit kudet alias kurang update. Saya mendapatkan berita kebanyakan dari hasil share teman-teman di grup kantor atau teman dekat. Saya tahu sih saat penerbangan dibuka banyak yang mudik, salah satu yang membuat saya kecewa.

Kabarnya, PSBB periode ini adalah periode terakhir (hingga 4 Juni 2020) dan saya juga mendengar dari teman saya bahwa dia sudah mulai bekerja di kantor pada tanggal 8 Juni. New normal?

Walau begitu, kabarnya kantor saya masih memberlakukan WFH untuk waktu yang cukup lama. Saya dilema untuk pulang ke rumah atau tetap di kosan. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk bertahan di kosan. Untuk mencegah terjadinya lonely attack, saya mencoba lebih aktif untuk menghubungi keluarga dan teman-teman. Selain itu, saya mencoba jalan keluar lebih jauh dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Saya akhirnya berjalan lebih jauh dengan mengunjungi kosan teman saya di Cempaka Putih. Teman saya menyarankan untuk menggunakan busway. Namun saya memilih untuk menggunakan gocar saat berangkat untuk mengurangi resiko membawa virus ke kosan teman saya. Di perjalanan, saya mengobrol dengan bapak supir gocar. Di tengah perjalanan, dia menceritakan bahwa kehidupan sudah mulai seperti biasa lagi. Saya tidak percaya pada awalnya. Saat turun mobil, saya terkejut. Saya melihat beberapa odong-odong yang berfungsi seperti delman, yang membawa anak-anak berkeliling. Tidak hanya anak-anak yang bisa diangkut, orang dewasa juga. Kemudian satu odong-odong melewati depan saya yang berisi ibu-ibu yang sedang menyuapi anaknya. Tentu saja tanpa masker. Setelah itu, saya melihat odong-odong yang berisi penuh penumpang. Saya bingung, ini masih PSBB tidak sih, wkwk.

Saya akhirnya menginap di kosan teman saya. Besoknya saya menggunakan busway. Memang sih, kursinya selang seling, tapi yang berdiri tetap penuh TT. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga jarak, Untung saja tujuan saya dekat sehingga saya bisa segera turun.

Sepertinya new normal sudah dimulai lama. Mungkin saya saja yang baru menyadarinya karena kurang update.

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s