Kisah Donor Darah

PMI pusat DKI Jakarta di Kramat Raya

Pertama kali saya mendonorkan darah itu 3 tahun lalu, Juni 2017. Saat itu Emtek group sedang mengadakan kegiatan donor darah di gedung kantor. Saya tidak ada niat untuk donor darah sebelumnya, karena jujur saya takut, hihi. Saya sebenarnya sering melihat kegiatan donor darah massal karena kebetulan gedung kuliah saya sering dijadikan tempat kegiatan donor darah. Saya pernah diajak sebenarnya, tapi belum ada yang bisa meyakinkan saya seperti teman kantor saya sekarang XD.

Jadi, saat itu sedang bulan Ramadan. Teman saya, sebut saja A, mengajak teman-teman Labdies (sebutan untuk karyawan wanita KMKLabs yang dikarang sendiri =D) untuk mengikuti donor darah. Teman saya lainnya, sebut saja B, tertarik dan membujuk saya teman-teman lainnya. Saya sebenarnya penasaran, tapi saya takut apalagi saat bulan puasa gini dan saat itu saya belum ngekos sehingga pulangnya masih perlu berjuang naik kereta, jadi takut lemas atau pingsan di jalan. Teman saya lainnya, sebut saya C juga takut dan penasaran juga. C mengajak saya yang juga penakut ini untuk mencoba. Mencari kekuatan dari sesama penakut mungkin ya, wkwk. Teman saya yang A kemudian membujuk untuk mencoba dulu saja, karena akan melewati serangkaian tes seperti tes tekanan darah dan kadar hemoglobin sehingga belum tentu akan lolos. Saya dan C pun akhirnya memberanikan diri untuk ikut tesnya.

Dari keempat orang tersebut, saya, A, B, dan C yang lolos hingga tes terakhir hanyalah saya. A yang paling pemberani ternyata baru minum obat beberapa hari sebelumnya. B tekanan darahnya tidak sampai. C kadar hemoglobinnya yang kurang. Saya yang paling penakut yang akhirnya lolos. Saya deg-degan dan tegang. Saya sampai tanya ke petugasnya berkali-kali: “Tidak sakit kan Bu?”. Ibunya sih tertawa-tawa saja, dan memberikan saran untuk menarik nafas panjang saja saat jarumnya ditusuk dan tak perlu banyak dipikirkan atau tegang. Saat transfusi berlangsung, tiba-tiba diputar lagu favorit saya saat itu: Asal Kau Bahagia dari Armada. Teman-teman saya langsung bilang, “Wah tahu aja nih panitia, band favoritnya Ajul”. Saya pun berhasil melewati semuanya dan ternyata saya kuat-kuat saja dan bahkan pulangnya saya membawa banyak barang di kereta karena kue lebaran pesanan saya sudah tiba XD

Selama 3 tahun saya belum donor darah lagi karena saya kira donor darah cuma kalau ada kegiatan besar saja, dan kebetulan saat ada kegiatan saya sedang berhalangan. Tahun ini, saya tahu kalau bisa donor di UDD PMI yang ada di Senayan City. Namun ternyata kalau diniatkan, saya malah tidak lolos terus. Bagi yang sudah membaca tulisan saya yang ini: Coba Lagi dan Coba Lagi , mungkin tahu kalau saya sampai 4 kali datang ke PMI dan tidak lolos tes karena kadar hemoglobin kurang dari 12.5. Saya sudah mencobanya sampai 3 tempat berbeda: PMI Senayan City, PMI Bandung, PMI Pusat Jakarta. Saya juga sudah mencoba makan-makanan bergizi selama 4 minggu tersebut dan kadar hemoglobin tertinggi hanya 12,3 dan belum bisa untuk donor darah. Saya kemudian berhenti mencoba selama beberapa bulan.

Prosedur Donor Darah saat Pandemi

Saya akhirnya mencoba lagi hari ini. Saya teringat kembali karena teman saya sedang mencari donor darah untuk anaknya namun stok darah tidak ada. Golongan darah saya tidak cocok sehingga saya tidak bisa membantu. Malam sebelumnya saya mengajak teman kosan saya untuk ikut dan dia ternyata belum pernah donor sehingga dia tertarik untuk ikut (sungguh berbeda dengan saya ya haha). Mempertimbangkan kondisi sekarang yang sedang pandemi sehingga perlu menghindari keramaian saya dan teman saya memutuskan untuk berangkat pagi hari, sekitar pukul 6 pagi. Oh iya, PMI Pusat di Kramat Raya itu buka 24 jam jadi bisa datang kapan saja.

Sesampai di sana, belum terlalu ramai, mungkin sekitar 10 orang yang sedang mengantri dan saya mendapat nomor urut ke 26. Di depan gedung PMI sudah ada garis-garis untuk mengantri dan juga tempat duduk dan tenda seperti hajatan pernikahan. Sepertinya untuk persiapan siang hari kalau penuh. Saya dan teman saya masih bisa menunggu di dalam. Di PMI pusat, tes yang pertama dilakukan adalah tes hemoglobin, mungkin karena biasanya orang-orang gagal di tes Hb kali ya, jadi biar cepat seleksinya. Alhamdulillah kadar Hb saya 13.0 sehingga saya lolos ke tahap berikutnya. Tekanan darah saya pun normal. Akhirnyaaaaa, penantian selama ini terbayar XD. Mungkin karena efek WFH yang akhirnya terpaksa masak masakan sendiri. Atau mungkin juga dari enervon C dan Sangobion yang saya minum akhir-akhir ini XD. Teman kosan saya itu lolos juga Alhamdulillah.

Semua proses Insya Allah aman (prosedur bisa lihat di gambar). Di sana pun saat lolos kita diberikan masker medis untuk dipakai menggantikan masker yang kita pakai sebelumnya. Tempat donor ditempatkan berjarak. Tempat makan setelah selesai donor pun juga begitu, jadi tidak perlu takut mudah terpapar Covid. Di sana pun tersedia free wifi #OOT. Oh iya, satu lagi, lagu Asal Kau Bahagia dari Armada diputar lagi dooong. Fix jadi lagu tema donor darah saya XD

Begitulah kisah donor darah saya, semoga selanjutnya bisa rutin dan memenuhi kriteria terus, wkwkwk

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s