Kisah Nyamuk

Beberapa orang sering terganggu dengan nyamuk. Malam-malam tidak bisa tidur kalau banyak nyamuk. Segala cara dilakukan untuk mengusir atau membunuhnya. Ada yang menggunakan lotion anti nyamuk, wanginya lavender. Kalau dengar dari iklan, manusia suka wanginya tapi nyamuk tidak suka. Ada juga yang menggunakan obat nyamuk baik yang semprot maupun yang dibakar. Obat nyamuk yang semprot yang bagus banyak yang lebih mahal *ini maksudku iklan XD*. Ada juga obat nyamuk bakar yang ditarik (becak –> tiga roda). Selain itu, mungkin karena semuanya tidak mempan, akhirnya dipakailah senjata terakhir: raket nyamuk. Alat pembasmi nyamuk berbentuk raket. Jika ada nyamuk yang menempel di bagian kawatnya itu, akan langsung tersetrum dan menimbulkan bunyi pletak pletak. Bukan nyamuknya loh yang nyanyi, tapi akibat darah/cairan nyamuk yang berinteraksi dengan listrik *CMIIW*

Saya termasuk tipe yang tidak suka memakai barang-barang anti nyamuk tersebut. Lotion anti nyamuk menurut saya wanginya terlalu tajam dan entah mengapa saya selalu merasa lidah saya pahit kalau memakai lotion tersebut. Saya juga tidak terlalu suka obat nyamuk bakar. Kalau sedang berkumpul keluarga besar di rumah nenek, obat nyamuk bakar selalu siap sedia. Setiap terhirup membuat hidung saya tidak nyaman dan bersin-bersin. Tapi saya tidak komplain sih, untung Bandung dingin jadi saya tutup badan hingga kepala dulu sampai saya tertidur. Obat nyamuk semprot mungkin yang paling mending dan sering digunakan di rumah karena bisa disemprot sebelum tidur dan menunggu sampai baunya hilang. Itu pun adik saya yang selalu mengingatkan (karena kita satu kamar), karena mungkin adik saya yang paling merasa terganggu.

Setelah saya pikir-pikir, saya memang tidak terlalu bermasalah dengan nyamuk sehingga saya tidak terlalu senang menggunakan perlengkapan anti nyamuk tersebut. Ibu saya sampai bertanya mengapa saya bisa tidak terganggu walau ada banyak nyamuk. Saya tidak tahu apa karena saya tidak merasakan gatal atau kulit saya terlalu tebal XD (tapi saya mudah masuk angin XD). Saya tidak suka menggunakan raket nyamuk walau ada di rumah karena menurut saya alatnya sedikit sadis dan bisa jadi karena saya tidak terlalu terganggu dengan nyamuk.

Setelah kejadian tadi siang, saya mulai memiliki kesimpulan mengapa tidak banyak nyamuk mengganggu saya. Hari ini saya perlu cek sesuatu di laboratorium sehingga saya perlu diambil sampel darahnya. Petugas kembali terlihat kebingungan mencari letak pembuluh darah yang bisa disuntik. Biasanya sih diambil di lipatan lengan sebelah kanan, namun masih ada bekas donor darah beberapa hari lalu. Kemudian pindah ke lengan sebelah kiri, setelah diurut-urut pun tidak ditemukan juga. Akhirnya, setelah ditelusuri kembali, ditemukanlah jalur di ujung pergelangan tangan kanan. Nyeri sekali dibanding dibagian lipatan dekat siku. Saya berkesimpulan kalau nyamuk juga mengalami hal yang sama: bingung mencari jalan darah di tubuh saya, wkwkkw.

Maafkan tulisannya tidak jelas, namanya juga tulisan acak XD. Terimakasih sudah membaca sampai akhir, wkwkwk.

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

2 thoughts on “Kisah Nyamuk”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s