Kebaikan

Mungkin teman-teman pernah mendengar hadist ini:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah.”

(HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 2989 dan Muslim, no. 1009]

Saya sering mendengarnya saat mengikuti pengajian, namun yang paling saya ingat adalah bagian kalimat terakhirnya yaitu kita bisa bersedekah dengan menyingkirkan rintangan di jalan. Menyingkirkan rintangan itu bisa dengan memungut dahan atau sampah yang bisa mengganggu jalan. Guru saya sih bilang (seingat saya) salah satu hikmah dari hadist itu adalah melakukan hal baik sekecil apapun tetaplah kebaikan. Kita harus sering berbuat baik karena kita tidak tahu kebaikan mana yang membawa kita ke syurga. Mungkin teman-teman juga pernah mendengar kisah seorang wanita pelacur yang diampuni oleh Allah SWT karena memberi minum seekor anjing. Bahkan saya juga pernah mendengar kisah ahli ibadah yang masuk neraka karena mendahului Allah SWT dengan memberikan vonis kepada seorang pendosa bahwa dia tidak akan masuk syurga.

Sepertinya masyarakat sekitar kosan saya yang sekarang ini memahami hadist ini. Sebenarnya belum tentu juga sih, tapi mungkin karena saya terbiasa di Jakarta yang lebih individualis. Saya jadi merasa orang-orang di sini terlalu baik bahkan mudah mengingat nama orang dari hanya sekali bertemu padahal saya memakai masker dan di pertemuan berikutnya saya memakai baju yang berbeda (atau memang saya terlalu khas ya jadi mudah dikenali). Saya sepertinya sering sekali tidak punya uang receh atau bahkan pernah uangnya kurang karena salah menghitung. Sudah kesekian kalinya akhirnya kekurangan saya diikhlaskan. Kalau tidak ada kembalian juga begitu, yang membuat saya sekarang selalu mempersiapkan uang lebih receh kalau mau membeli sesuatu (tidak semua warung menerima uang digital). Oh iya, kemarin saya sedang mencari tempat memotong kartu SIM dan memang sekarang sedikit sulit menemukan konter pulsa sehingga saya berjalan cukup jauh dari rumah. Saya akhirnya menemukan suatu konter di dekat pasar. Bapak penjaga konternya dengan senang hati memotong kartu saya dengan alatnya bahkan membantu saya yang kesulitan untuk memasangnya, wkwk. Dia tidak meminta uang sepeser pun. Entah memang semua orang baik atau kebetulan saja yang saya temui adalah orang baik.

Saat mengikut MGBTalks 1-2 minggu yang lalu, hadist di atas juga dibahas namun dengan melihat dari arah sebaliknya. Jika memungut sampah di jalan mendapatkan pahala maka jika kita yang menyebabkan sampah itu bisa berarti kita berbuat dosa. Inti dari talks itu adalah untuk mengajak kita untuk lebih sedikit menyampah (less waste). Saya sedikit tertohok karena selama saya di Bandung saya terlalu banyak menggunakan plastik. Saya lupa dengan kebiasaan di Jakarta untuk selalu membawa tote bag sendiri. Peraturan di Jakarta sangat ketat, benar-benar tidak disediakan plastik. Bahkan di pasar tradisional pun begitu. Kalau kita tidak membawa tas sendiri bisa-bisa tidak jadi belanja atau malah berakhir membeli tas lagi yang dijual di sana. Saat awal-awal kebijakan, saya sering lupa membawa tas belanja sehingga saya malah membeli tas belanja lagi di tempat dan menumpuknya. Kalau seperti itu sih tidak jauh beda dengan plastik. Yang penting itu menggunakannya berkali-kali, bukan menggunakan media lain yang karakteristiknya berbeda. Di Bandung itu kebijakan menggunakan plastik itu masih sebatas membayar. Saya pun kembali ke kebiasaan lama saya karena sering terlupa dan plastik masih disediakan. Sekarang Insya Allah tas belanja akan selalu dibawa bersamaan dengan payung dan dompet di dalam tas.

Oh iya pos ini masih dalam rangka 30 hari bercerita. Hampir saja saya melewatkan hari ini haha. Semoga tulisan besok bisa lebih baik, aamiin

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s