Asal Usul

Empat mahasiswi tahun pertama di kampus G yang sama-sama memiliki 2 kata pada namanya, AD, YA, WR, dan RN sedang duduk di kantin yang tidak lurus. Mereka sedang menunggu jam pelajaran berikutnya yang akan diadakan di gedung terdekat dengan kantin tersebut. Salah satu dari mereka mencurahkan isi hatinya di tengah waktu tunggu tersebut, kurang lebih seperti ini percakapan mereka:

AD: Banyak juga yang namanya sama denganku. Apa ganti nama panggilan saja ya?

WR: Memang ada berapa Syah?

AD: Ada 3, aku, ANS, AG.

WR: Oh banyak juga ya.

YA: Sudahlah, kamu dipanggil Ajul saja, A dari nama depan, Jul dari nama belakangmu.

AD: Ehmmmmm *kurang setuju* , sebenarnya waktu SMA temanku ada yang manggil aku Isee sih dari Aisy.

YA: Jangan, bagusan Ajul.

RN juga setuju saat itu. RN dan YA mulai memanggil AD dengan sebutan baru setelah itu. Hanya mereka saja saat itu yang memanggil nama itu. WR yang merupakan teman serumah AD masih memanggil dengan panggilan seperti biasa. Lagipula sebenarnya teman yang bernama sama tidak dipanggil dengan nama yang sama sehingga tidak perlu ada panggilan khusus untuk membedakan.

Hingga akhirnya tiba saatnya ospek himpunan saat tingkat dua. Saatnya mahasiswa dari dua jurusan dengan rumpun yang sama bertemu dan saling berkenalan kembali. YA berpisah dengan AD, WR, dan RN karena memilih rumpun yang berbeda. Saat AD mengenalkan namanya di depan teman- teman yang lainnya dengan panggilan biasa, RN langsung menyela dan mengenalkannya dengan panggilan “Ajul”. Setelah itu, AD pun lebih dikenal dengan sebutan itu dibanding nama aslinya, bahkan dosen pun memanggilnya dengan nama panggilan tersebut.

Setelah bekerja, AD kembali bersama WR di suatu kantor di daerah yang Yellow. Kantor itu adalah kantor pertama AD dan merupakan kesempatan untuk memperbaiki nama panggilan. Sayangnya AD sudah terlalu nyaman dengan nama panggilannya selama masa kuliah, apalagi banyak juga teman kuliah yang sekantor, sehingga AD masih memperkenalkan diri sebagai Ajul. Panggilan itu masih berlanjut hingga kantor-kantor berikutnya bahkan hingga sekarang walau keluarganya sendiri tidak tahu. Akankah panggilan tersebut berubah? Mungkin di kantor atau kampus berikutnya AD berubah pikiran.

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s