Inap

Salah satu yang membuat berbeda antara masa sekolah dan masa kuliah dan setelahnya itu adalah kebebasan. Kebebasan untuk melakukan yang bisa dilakukan jika tidak tinggal di rumah orang tua. Bukan berarti mau melakukan hal yang negatif loh haha. Walau kebebasan itu jadi mengorbankan kebersamaan bersama keluarga, sesuatu yang sangat asing bagi saya yang terbiasa berkumpul. Kebebasan yang membuat saya melakukan hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu menginap di rumah teman.

Ayah saya itu paling anti yang namanya menginap. Walau saya pulang semalam apa pun pasti disuruh pulang dan dijemput di mana pun itu. Kalau sedang kumpul dengan keluarga, seperti di rumah paman atau tante, pasti pulang sebelum terlalu malam. Tentu saja saat lebaran adalah pengecualian, tapi tetap saja jadinya hanya sebentar, tidak seperti keluarga yang lain. Maksimal hanya 3 malam. Itulah yang membuat saya sering menangis kalau mau pulang dari Bandung setelah lebaran, karena masih ingin menikmati menginap di rumah nenek. Saya masih ingat bagaimana sedihnya saya di jalan pulang. Setelah saya bisa naik kereta api sendiri (sekitar SMP), saya jadi memanjangkan waktu menginap di rumah nenek. Setidaknya sampai liburan berakhir.

Saat kuliah dan tinggal jauh dari orang tua, tentu tidak ada yang melarang lagi untuk menginap. Apalagi masa-masa kuliah yang penuh tugas besar dan dikerjakan berkelompok, tentu saja ada saatnya harus menginap. Walaupun sedang jauh dari orang tua, saya tetap memberitahu orang tua saya. Tentu saja tidak dilarang dan saya dipesani untuk tidak merepotkan orang lain. Selama kuliah kalau saya ingat-ingat kembali sepertinya hampir setiap kosan teman kuliah perempuan pernah saya inapi sehingga saya tahu alamat kosan teman-teman saya tersebut. Walaupun tidak menginap, setidaknya pasti saya pernah mampir. Bahkan teman satu kosan sekalipun, saya pasti pernah menginap di kamarnya, haha. Anak-anak satu kosan saya dulu agak unik sih, punya kamar masing-masing tapi malah lebih suka tidur bersama di satu kamar XD.

Setelah bekerja dan tinggal di rumah kembali, saya masih beberapa kali menginap kalau saya ada acara hingga malam atau perlu lembur. Orang tua saya sudah memaklumi karena jam kereta dari Jakarta ke Bogor itu ada batasnya, dan akan lebih khawatir lagi kalau pulang naik kereta malam-malam. Di sisi lain, saya juga sudah tuaaa, haha, maksudnya orang tua percaya saya sudah cukup umur untuk bertanggung jawab atas diri saya sendiri. Teman-teman kantor saya pun sering mengajak saya menginap karena mungkin saya saja yang mudah diajak haha. Selain itu, saya memang bisa tidur di mana saja asal rebahan. Saya tidak perlu kasur untuk tidur, asal ada alas karena saya mudah masuk angin XD. Tidur di mushalla, bandara, kursi rumah sakit, tenda saya pernah (eh itu mah biasa ya). Makanya saya aneh saat beberapa hari yang lalu saat saya menemani teman saya yang sakit, dia sempat tidak enak kalau saya menginap di tempatnya karena tidak ada kasur tambahan. Saya lupa dia tidak pernah sekelas dengan saya dulu sehingga tidak tahu kemampuan saya tersebut XD. Ya memang ada manfaatnya terkadang bisa tidur di mana saja. Bukan berarti saya tidak suka tidur di kasur loh, haha.

Published by

aisyahdz

iOS Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s