Tidur Secukupnya

Akhir-akhir ini saya merasa saya cukup sulit untuk bangun lebih pagi lagi. Tidak seperti saat masa – masa sekolah dulu yang konsisten untuk bangun sebelum adzan subuh.  Alasan utamanya sebenarnya karena sekarang saya tinggal di kosan. Saat di rumah saya lebih mudah bangun pagi karena orang orang rumah adalah tipe yang bangun pagi sekali, jadi pagi-pagi sudah ramai. Dulu pun memang saya wajib bangun pagi karena harus naik kereta pertama untuk ke sekolah jam 5.38. Kalau saat kuliah dan awal-awal kerja (saat masih bolak-balik Jakarta-Bogor) pun masih terbawa kebiasaannya walau sedang tidak di rumah karena masih ada kewajiban berangkat pagi.

Kalau ditelaah lagi sebenarnya wajar sih kalau sekarang lebih sulit bangun pagi. Dahulu saya tidur seperti anak-anak, sebelum jam 10 malam sudah tidur sedangkan sekarang saya bisa tidur jam 1 atau 2 malam, wkwk. Namun saya pernah mencoba tidur lebih cepat dan saya sudah pasang alarm juga untuk bangun lebih pagi, dan hasilnya sama saja. Saya mengantuk sekali dan alarmnya saya matikan untuk tidur lagi, wkwk. Jadi, sekarang mau kurang tidur atau kebanyakan tidur tetap saja sulit bangun di pagi hari. Oh iya, definisi pagi hari di sini maksudnya jam 4 pagi ya, kalau jam 7 memang pagi juga sih, tapi itu sudah cukup siang menurutku, wkwk.

Kalau kurang tidur sih saya memaklumi diri kalau bangun agak siang karena tidur cukup itu perlu. Kalau kurang, siangnya bisa mengantuk paraaah. Apalagi kalau lagi pairing tidak memegang keyboard atau lagi meeting, bisa tidak kerasa sudah di alam tidur. Nah, saat kebanyakan tidur ini sepertinya rasa malas yang sudah menghantui saya. Saya kemudian ingat saya dulu juga sempat malas sekali juga bangun pagi, kemudia teteh mentor saya saat masih SMA memberikan tips bangun pagi yang berasal dari hadist ini:

“Ketika kalian tidur, syetan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)

Jadi kalau sudah cukup tidur tetapi merasa kurang tidur saja dan malas bangkit dari kasur, bisa melakukan 3 langkah ini:

1. Baca doa setelah bangun tidur
2. Berwudu
3. Salat

Alhamdulillah setelah salat menjadi lebih segar, tetapi kalau tiduran lagi sih tetap merem wkwk. Sebaiknya dilanjutkan dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

Sebenarnya sudah pernah cerita tentang ini, tapi di platform blogging sebelah. Saya tidak mau tulis pranalanya karena isinya cukup memalukan, wkwk.

Terimakasih sudah membaca XD

Penerbangan Pertama

Selalu ada pertama kali dalam melakukan sesuatu. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya pertama kali naik pesawat. Destinasi pertama yang saya kunjungi menggunakan pesawat adalah Padang, Sumatera Barat. Saat itu, saya dan teman saya, WR (tokoh di post Tamu Tak Diundang) diundang ke pernikahan teman dekat yang dilangsungkan di sana. Saya masih ingat tanggal tepatnya, 18 Agustus 2018, bertepatan dengan pembukaan Asian Games 2018.

IMG_0831
Sombong sekali pamer buku padahal bacanya cuma sedikit, wkwk.

Walau jadwal penerbangan kami tanggal 18 Agustus pukul 10 pagi, kami sudah siap di bandara dari hari sebelumnya. Pengalaman pertama naik pesawat sekaligus pengalaman pertama menginap di bandara. Mungkin ada yang heran mengapa kami harus menginap padahal jadwal penerbangan yang tidak pagi-pagi amat. Kebetulan sekali pada tanggal 17 Agustus itu hari kemerdekaan Indonesia *tidak nyambung*. Maksud saya, pada tanggal itu teman dekat kami juga (yang pernah diceritakan di post sebelumnya, yang berulang tahun XD) berangkat ke Swedia untuk melanjutkan studi di sana selama dua tahun. Jadwal check in nya sekitar pukul 3 sore, jadi kami sudah ada di  bandara sehari sebelumnya untuk mengantarkannya. Saya masih ingat saat bertemu dengan teman kami di depan pintu check in terminal 3 itu kami membawa koper juga, tapi tidak sebanyak dia sih.

IMG_0819
Tebak yang mana saya, mana WR, mana yang ulang tahun, wkwk.

Mengapa tidak pulang dulu saja? 

Saya dan teman saya sepertinya cukup mager saat itu untuk bolak balik wkwk. Sekalian menghemat ongkos juga. Walau sebenarnya kalau dihitung-hitung lagi sih sama saja, karena harus makan di bandara. Kami lupa untuk mempersiapkan bekal terlebih dahulu.

Apa yang bisa dilakukan di bandara? Di mana tidurnya?

Saat itu karena besoknya pembukaan Asian games, bandara cukup ramai dan banyak semacam wahana. Wahananya itu semacam ada arena olahraga di tengah terminal 3. Ada untuk bermain badminton, sepak bola, dll yang saya lupa apa saja.. Saya dan WR bermain bulu tangkis. Selain itu, ada petugas wanita (sepertinya LO untuk atlet Asian Games) yang memakai sepatu roda untuk mempermudah mobilisasi. Saya kira memang seperti itu terus, saat saya ke bandara di kesempatan berikutnya tidak ada lagi petugas yang menggunakan sepatu roda.

IMG_0836
Wahana Bulutangkis yang lumayan sempit yaaaa

Kami tidur di mushalla di terminal 3. Malamnya sangat dingiiiin sekali. Kami tidak membawa selimut, hanya memakai jaket untuk menghangatkan diri. Sepertinya ini yang menyebabkan hal yang tidak diinginkan yang akan terjadi saat saya ke Bukit Tinggi (Insya Allah akan saya ceritakan di post terpisah). Paginya kami mengitari bandara, ke terminal 1 dan ke terminal 2, sarapan hingga waktu check in tiba.

IMG_0835

Karena baru pertama kali, saya tidak tahu bagaimana mekanisme check in. Apa saja yang harus diperhatikan, dkk. Saya hanya mengikuti teman saya yang sudah lebih senior. Ternyata kami terlalu pas-pasan waktunya, dan antrian check in sudah sangat panjang. Saat itu kami belum tahu kalau bisa check in online maksimal sejam sebelumnya. Jadi, walau kami sudah di bandara dari sehari sebelumnya, kami tetap hampir telat untuk boarding karena antrian yang panjang. Selain itu, saya pun dimarahi oleh orang asing yang mengantri di belakang saya. Saya tidak sengaja mundur dan menjatuhkan kopernya. Saat pemeriksaan barang setelah check in, powerbank saya disita karena melebihi kapasitas yang dibolehkan. Sungguh pengalaman pertama yang mengesankan, wkwk.

IMG_0837
Baru tahu cara booking online saat di pesawat, wkwk.

Saya termasuk orang yang cukup khawatir dengan hal yang saya lakukan pertama kali. Saya membaca hal-hal yang bisa saja terjadi di pesawat. Saya jadi takut ada turbulensi. Banyak hal yang satya takuti dan kebetulan sekali saya mendapatkan posisi duduk yang jauh dari teman saya. Saya jadi tambah was-was. Saya mengalihkan pikiran negatif saya dengan menulis. Ya, saya bawa jurnal saya juga saat ke Padang, wkwk, tapi saya cuma menulis saat di pesawat saja untuk mengalihkan pikiran negatif wkwk. Alhamdulillah penerbangan pertama saya lancar dan selamat sampai tujuan.

Saya menghabiskan waktu selama 5 hari 4 malam di Padang dan Bukit Tinggi. Selama bersama WR, pasti ada saja pengalaman unik-unik bin ada-ada saja yang Insya Allah akan saya ceritakan di lain kesempatan.

Terimakasih sudah membaca XD

IMG_1684

Kisah di Kontrakan (Bagian 1)

Masih ingat dengan RNS? Salah satu tokoh yang pernah diceritakan di blog ini, yang judulnya “Tamu Tak Diundang” itu, wkwkwk. Dia berulangtahun hari ini. Saya jadi ingat, dulu dengan teman-teman satu asrama/kontrakan/kosan, kalau ada yang ulang tahun kami senang membuat kejutan. Kejutan di jam 12 malam teng kalau bisa. Kami patungan membeli kue sesuai budget kami saat itu, biasanya sih Bolu Amanda. Kami beli diam-diam, lalu pura-pura tidur dan kemudian mengejutkan yang berulang tahun di tengah malam. Dari semua kejutan ulang tahun yang kami lalui, yang paling epik itu saat kami tinggal di kontrakan.

Kontrakannya ada di Cisitu Lama Gang berapa saya lupa. Pokoknya letaknya antara Asrama Bumi Ganesha dan Asrama Sangkuriang. Jalannya sedikit sempit. Kontrakannya terdiri dari 4 kamar, 1 kamar mandi, dan 1 ruang bersama (yang digunakan untuk menyimpan lemari-lemari baju kami dan menjadi tempat berkumpul juga). Oh iya, satu kontrakan dihuni oleh 8 orang terpilih, wkwk. Formasi pengisian kamar: 3-2-1-2. Kami menyewanya selama satu tahun, saya lupa harganya, belum termasuk biaya air dan listrik yang perlu kami bayar tiap bulan. Informasi tambahan, listrik dan air berbagi dengan tetangga sebelah, jadi satu sekring listrik gitu. \

Kembali ke topik kejutan ulang tahun. Jadi, suatu malam kami ingin memberikan kejutan ulang tahun ke salah satu teman kami. Dia berada di kamar nomor 4 yang berisi dua orang. Kami akan menunggu dia tertidur, kemudian memberikan kejutan pada pukul 12 malam, seperti rencana biasanya. Namun, yang berbeda kali ini adalah orangnya. Teman saya yang berulang tahun ini sangat rajin belajar. Malam itu dia tidak kunjung tidur juga padahal sudah mendekati pukul 12 malam. Kami sudah panik karena takut rencana akan gagal. Kami perlu membuat dia tertidur.

Bagaimana caranya?

Tentu bukan dengan obat tidur. Terlalu mencurigakan. Kami mematikan sekring listrik, menciptakan keadaan seakan-akan mati listrik. Harapannya, dia akan berhenti belajar dan kemudian tertidur. Saat mematikan sekring listrik, dia langsung keluar kamar dan menanyakan apakah listriknya turun atau memang mati listrik. Tentu saja kami menjawab tidak jujur *Maafkan kamiii*. Sayangnya, teman kami ini malah tidak tidur dan tetap di ruang bersama. Untuk menyelamatkan rencana, kami akhirnya izin tidur di kamar masing-masing. Dia pun tidur. Kami pun tidur juga, hahahahaha. Akhirnya, kami memberikan kejutan pada besok paginya.

Lucunya, kejutan tidak hanya gagal. Kami juga ditegur tetangga sebelah karena mematikan listrik. Kami lupa kalau sekringnya satu untuk bersama. Tetangga sebelah kami jadi semalaman tidak ada listrik. Kami pun menjadi merasa bersalah.

Begitulah salah satu cerita di kontrakan kami. Cerita ini yang paling saya ingat karena saya *kalau tidak salah ingat* yang memberi ide mematikan listrik. Masih ada beberapa kisah lain yang kalau saya ingat akan saya ceritakan di bagian-bagian berikutnya.

Terimakasih sudah membaca XD

Sekarang Kita Cerita Tentang Hari Ini

Familiar dengan judulnya? Ya, memang terinspirasi dari film yang akhirnya saya tonton hari ini:

Image result for NKCTHI
Sumber: Tirto.id

Beneran Jul mau kamu mau nonton bioskop?

Itu pertanyaan heran dari teman-teman saat saya mengajak nonton bioskop. Wajar sih, karena saya biasanya kurang tertarik untuk nonton film di bioskop. Mungkin teman saya sudah lelah mengajak saya sehingga saya tidak pernah ditawari lagi. Pernah saat saya ingin menonton suatu film tapi teman-teman saya sudah nonton duluan dan tidak mengajak karena mereka mengira saya tidak mungkin tertarik. Oleh karena itu, sekarang saya ajak duluan karena saya memang mau nonton film ini.

Mengapa mau nonton film ini?

Sebenarnya awalnya tidak tertarik. Bahkan bukunya yang populer pun tidak saya baca dan quotes yang berkeliaran di IG atau Twitter pun biasanya saya lewati saja. Semua bermula dari saya iseng menonton trailernya di vidio.com. Saya melihat ceritanya bertemakan keluarga dan dari rumah produksi yang sama dengan Keluarga Cemara, yaitu Visinema Pictures. Saya sangat menikmati film Keluarga Cemara alias nangis kejer, mungkin karena filmnya sedikit berhubungan dengan saya. Teman saya sampai tidak bisa menangis karena tertawa melihat saya yang terlalu berlebihan. Habis itu lega banget, seperti pelampiasan, wkwk. Jadi saya mau nonton film NKCTHI karena berharap saya bisa menangis sebebas itu, #eh. Selain itu, saya juga membaca review dari teman saya. Dia memberikan review yang bagus untuk film ini. Saya menjadi penasaran yang kemudian mendorong saya untuk menonton film ini di bioskop *tidak menunggu sampai ada di tv seperti biasanya, wkwk*

Saat menonton film ini, jujur saja saya tidak ingin film ini cepat selesai, saya menikmati film ini. Biasanya saya ingin film cepat-cepat saja berakhir karena tidak betah, wkwk. Soundtrack-nya juga bagus. Untuk masalah menangis, tidak sebanyak di film Keluarga Cemara. Saya senang dengan pesan-pesan yang terselip. Untuk tidak menahan kesedihan, menyelesaikan masalah satu per satu, dan tetap bertahan saat masalah datang bertubi-tubi. Habis nonton ini, berasa punya semangat tambahan walau masalahnya sebenarnya tidak berhubungan, tapi saya sambung-sambungkan saja, wkwkwk. Saat film selesai, saya menjadi lebih segar *sebenarnya efek minum kopi juga sih, wkwkwk*,  malah teman saya yang menangis menjadi-jadi. Rasanya mau saya balas meledek karena dia yang sebelumnya meledek saya saat nonton Keluarga Cemara, wkwk. Tentu saja tidak saya lakukan karena saya kasihan. Mungkin cerita ini berhubungan dengan masalah yang sedang dia hadapi.

Sebagai penutup, saya berikan dua perkataan atau kutipan yang cukup berkesan:

“Sedih kadang membawa kita ke arah yang lebih tinggi. Mata angin nggak bisa diatur, tapi arah layar bisa”.

dan

“Hidup itu lucu, yang dicari hilang, yang dikejar lari, yang ditunggu pergi. Sampai kita lelah dan menyerah, saat itulah semesta bekerja”

P.S: Bukan berarti harus lelah dan menyerah ya

Kaum Rebahan

Sepertinya mulai tahun lalu, frase “kaum rebahan” ini sangat populer di kalangan Millenial. Buat yang belum tahu, kaum rebahan ini dimaksudkan untuk orang-orang yang lebih senang tidur-tiduran atau menghabiskan waktunya di kasur. Terdengarnya negatif ya, seperti kriteria orang yang suka bermalas-malasan. Padahal belum tentu juga, belum tentu orang tidak bisa produktif sambil rebahan, atau senderan di atas kasur. Saya melihat teman saya bisa produktif membaca buku sambil santai-santai  di atas kasur. Ada juga yang sambil buka laptop, ngoprek dan mengerjakan sesuatu yang cukup penting, di atas kasur juga. Walau kebanyakan teman saya menjadi kaum rebahan di akhir pekan saja sih, tidak setiap hari juga, mungkin karena sudah lelah beraktivitas di hari kerja.

Kalau saya sendiri sebelumnya saya paling tidak bisa jadi kaum rebahan. Saya tidak bisa diam sebenarnya. Selain itu, saya memang tidak bisa beraktivitas di atas kasur karena kalau di atas kasur, saya tidak bisa produktif seperti teman yang lainnya, saya pasti langsung ketiduran. Tipe orang yang telentang sedikit langsung tidur. Ini bukan berarti saya super produktif ya, kadang waktu saya habiskan hanya untuk melihat-lihat jalan, bertemu dengan orang-orang (ini bagus juga sih), mencoba makanan baru, dll. Jadi, akhir pekan saya jarang habiskan untuk istirahat, dan pas hari kerja malah capek, wkwk.

Tapi itu tahun lalu, tahun ini rasanya saya ingin sign-up jadi kaum rebahan, wkwk. Maksudnya lebih banyak istirahat untuk menyimpan energi untuk hari kerja dan mencoba melakukan hal yang produktif sambil menyimpan energi. Mungkin karena faktor usia juga, yang membuat badan saya menjadi cepat lelah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saya sudah memiliki meja di atas kasur untuk tempat laptop atau buku. Tapi ya itu peernya saya adalah bagaimana supaya tidak langsung merem kalau di kasur. Seperti minggu ini yang kalau dihitung-hitung lebih banyak tidurnya. Mari kita coba minggu depan XD

Awal yang baik atau buruk?

Sudah 10 hari berlalu dari tulisan saya yang terakhir, yang saya tulis di malam tahun baru. Saat itu saya menulis mengenai niat. Sebenarnya, saat itu saya berniat untuk menulis satu tulisan tiap malamnya, namun saya tidak mau berjanji terlebih dahulu karena ingin cek ombak terlebih dahulu. Cek ombak di sini maksudnya saya mencoba untuk rutin menmbuat tulisan setiap hari dahulu selama seminggu pertama, dan kalau memungkinkan dan hasilnya baik baru saya mau berkomitmen menulis rutin setiap hari, wkwk.

Mungkin karena niat awalnya sudah ragu, akhirnya saya belum menulis blog lagi hingga hari ini. Setelah menulis pos pertama di tahun ini sebenarnya saya sudah semangat ingin menulis lagi malam harinya. Saya pikir saya bisa menulis yang sederhana saja, seperti hal-hal yang berkesan atau rangkuman yang saya pelajari di hari itu. Apa daya, hari itu saya meriang kemudian saya demam + batuk + pilek sehingga saya tidak bisa menulis, bahkan liburan tahun baru saya gunakan lebih banyak untuk tidur (padahal sedang di Bandung XD). Ya, awal tahun sudah ke rumah sakit dan merepotkan teman (maafkan saya ya RY, WR, dan RNS).

Bisa dibilang awal tahun ini dimulai dengan kurang lancar, target liburan akhir dan awal tahun untuk membaca dan menulis meleset, yang membuat saya agak pesimis dan kurang bersemangat pada awalnya. Kemudian, saya berpikir, kalau awalnya kurang baik masak mau selanjutnya kurang baik juga. Masih ada harapan kok, Insya Allah masih ada 366 -11 hari lagi untuk mengerjakan target dan resolusi. Setelah itu saya sempat membaca tulisan kakak tingkat saya di kampus mengenai menjadi manusia terbaik. Intinya, berusaha sekuat mungkin untuk mendorong batasan diri dan menciptakan hasil yang terbaik, menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang menahan diri kita untuk menjadi lebih baik. Konsistensi dan persistensi yang akan membawa kita menuju tidak terbatas dan melampauinya. Familiar? wkwk. Supaya saya ingat dan semangat terus, saya ganti wallpaper handphone saya jadi Buzz Lightyear, wkwk.

IMG_5621.PNG
To infinity and beyond!

Dipikir-pikir blog ini isinya menyemangati diri sendiri saja ya, wkwk. Semoga selanjutnya bisa lebih bermanfaat lagi. Happy reading and writing!

Meluruskan Niat

Seperti tahun sebelumnya, saya membeli planner book untuk tahun 2020. Yang menarik dari planner ini, dia sudah ada format apa saja yang harus saya rencanakan, seperti perencanaan keuangan, daftar impian, sifat baik yang ingin dikembangkan, sifat buruk yang ingin dihilangkan, dan target-target ibadah harian. Saat membuka halaman pertama buku tersebut, tertulis hadits:

“Innamal a’malu bin niyat” – H.R Bukhari dan Muslim

Atau dalam bahasa Indonesia artinya adalah “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat”. Berdasarkan artikel yang saya baca di internet (muslim.or.id dan Radio Rodja),  niat itu adalah pembeda satu amal dengan amal yang lain, dan juga untuk menentukan untuk siapa amal itu kita lakukan. Intinya sih apa yang kita dapatkan itu sesuai yang kita niatkan.  Jika amal yang dilakukan niat karena Allah Swt, Insya Allah akan mendapatkan pahala.

Saat saya membaca hadits itu saya jadi teringat kepada teman saya dan ibu saya. Teman saya saat SMA selalu memberikan nasihat untuk meluruskan niat. Menurutnya, *seingat saya*, jika kita mempunyai niat yang lurus untuk melakukan sesuatu, maka Allah akan membimbing kita dalam mencapai itu. Jika niatnya masih salah biasanya akan lebih sulit.

Kalau Ibu saya sih selalu menasihati saya saat saya malas melakukan sesuatu yang saya rencanakan sendiri. Beliau bilang kalau saya masih malas, berarti saya belum benar-benar berniat. Saya pun mencoba menguatkan niat saya kembali dan setelah mengulangi niat saya tersebut jadi saya terbayang tujuan yang akan saya capai dan menjadi lebih semangat.

Ya, untuk memulai tahun 2020 ini mari kita awali dengan niat yang baik dan juga niat yang kuat. Semoga semua impian kita semua tercapai. Aamiin

 

Medical Check Up di Rumah Sakit Jakarta

Mulai tahun ini asuransi kantor meng-cover biaya medical check-up (MCU) tanpa harus rujukan dokter dengan memotong limit outpatient. Dikarenakan limit ter-reset setiap awal tahun, rasanya sayang sekali kalau tidak dipakai untuk MCU, wkwk. Jadilah, sebelum tahun 2019 ini berakhir, saya dan teman saya (sebut saja Mba Wid) segera mencari rumah sakit yang menerima asuransi kantor dan terdekat dari kosan. Mba Wid sebelumnya sudah mencoba mendaftar di Rumah Sakit Siloam Semanggi, namun ternyata sudah penuh hingga akhir tahun. Kemudian dia mencoba menelepon Rumah Sakit Jakarta, tetapi tidak diangkat-angkat. Mba Wid pun mengajak saya untuk datang langsung ke Rumah Sakit Jakarta pada hari Jumat (27 Desember) untuk mendaftar terlebih dahulu, niatnya sih untuk MCU pada hari Sabtu agar tidak perlu cuti seharian, namun karena paket MCU yang kami pilih tidak tersedia di hari Sabtu, kami pun memilih hari Senin dan mengambil cuti sehari.

Di Rumah Sakit Jakarta ada beberapa paket MCU yang bisa diambil, bisa dilihat di link ini. Kami memilih paket Executive Plus karena tesnya lebih lengkap, pemeriksaan darah lengkap, cek tumor, dan Alhamdulillah masih bisa di-cover dari kantor. MCU mengcover papsmear juga untuk mendeteksi kanker serviks, tapi kami belum bisa karena harus aktif secara seksual terlebih dahulu. Oh iya, sebelum melakukan MCU kami perlu puasa (tapi boleh minum air putih) minimal 10 jam.

Saat hari-H, saya tepar dan sudah berencana tidak jadi melakukan MCU. Malam sebelumnya saya sakit kepala berat dan saya berencana untuk istirahat saja karena besoknya mau ke luar kota. Saya pun mengirim pesan ke Mba Wid dan kemudian tidur lagi , wkwkwk. Untung saja teman saya ini tidak pantang menyerah untuk mengajak saya melakukan MCU. Dia menghubungi saya di berbagai macam kanal komunikasi seperti telegram, instagram, telepon karena saya tidak dapat dihubungi. Saya lupa menyalakan nada hp wkwk. Dia bilang kalau istirahat bisa nanti malam saja, dan MCU ini penting untuk resolusi tahun depan, wkwk. Resolusi sehat dan ramping 2020 wkwk. MCU seharusnya dimulai pada pukul 8, namun saya datang pukul 9.30. Alhamdulillah masih bisa mendaftar hingga pukul 10.00.

Apa saja sih tahapan MCU?

IMG_5480_2

Pendaftaran

Saat datang ke area MCU di lantai 2, saya diberikan formulir mengenai riwayat kesehatan. Setelah itu, saya mengurus administrasi seperti mengecek sisa limit asuransi dan juga persetujuan untuk melakukan MCU. Setelah itu, saya diminta menunggu di dalam area MCU. Karena saya terlambat, jadi saya sudah di antrian paling belakang, wkwk.

Ganti Baju

Sebelum melakukan berbagai macam pemeriksaan, saya perlu mengganti baju terlebih dahulu dengan baju seperti kimono berwarna biru. Di sana terdapat ruang ganti wanita dan pria yang terpisah. Saya juga diberikan kunci loker untuk menyimpan barang-barang. Selain baju, saya juga mengganti sepatu dengan sandal yang telah disediakan.  Sandalnya bagus loh, sandal Ando, wkwkk. Setelah itu, saya menunggu di ruang tengah kembali bersama pasien lainnya.

Pemeriksaan Antropometri

Kalau dilihat namanya, seperti tes yang cukup asing ya. Pemeriksaan antropometri ini mencakup pemeriksaan tensi darah, berat badan, dan tinggi badan. Hasilnya cukup mengejutkan, tekanan darah saya sangat rendah dan tinggi badan saya ternyata lebih tinggi dari yang saya tahu selama ini XD. Memang sih , terakhir saya mengukur tinggi badan dengan alat resmi itu saat SMA, tapi kan tidak mungkin tumbuh lagi biasanya, wkwk. Lumayan juga bedanya 4cm, sangat mempengaruhi perhitungan BMI. Untuk berat badan, karena ada timbangan di kosan, jadi tidak terlalu kaget, wkwk.

Pemeriksaan Laboratorium Pertama

Selanjutnya saya dipanggil ke bagian laboratorium untuk diambil darahnya. Susternya cukup sulit untuk mengambil titik pengambilan darah. Dari lengan kiri kemudian pindah ke lengan kanan. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga, dan darah yang diambil bisa sampai 3 tabung kecil. Setelah itu dilakukan pengambilan sampel urin. Setelah selesai, saya menunggu lagi di ruang tunggu untuk dipanggil. Oh iya, di sana ada dua televisi yang menyiarkan siaran yang berbeda. Satu televisi menyiarkan TV kabel, kalau tadi ada film Lord of the Rings: The Return of King yang untungnya belum saya tonton. Satu tv lagi menyiarkan tv nasional, yang saat itu menyiarkan update kehidupan selebriti: Nikita Mirzani. Sungguh pengertian sekali RS ini, menyediakan dua macam tontonan, wkwk.

Makan Pagi

Alhamdulillah akhirnya makan jugaaaaaa!  Setelah belasan jam tidak makan. Berikut menu sarapan yang disediakan:

IMG_5483

Cek Dokter Penyakit Dalam

Pemeriksaan meliputi pemeriksaan pernapasan dengan stetoskop, dan juga pengecekan kondisi tubuh apakah ada kelainan di usus, liver, dan juga bagian organ dalam lainnya. Dokternya sangat lucu, dan ternyata murid dari dokter onkologi yang biasanya saya kunjungi. Saya malah diminta tolong untuk titip salam XD.

EKG dan Mendengar Suara Jantung

Saya dipasang alat elektrokardiogram. Seperti ada beberapa tempelan yang dipasang di badan. Tujuannya untuk mengukur aktifitas kelistrikan jantung.  Setelah itu dokter mendengarkan irama jantung dengan menggunakan stetoskop.

Periksa Dokter Kandungan

Nah, dokternya pun bingung sebenarnya harus mengecek apa karena tidak ikut test papsmear. Akhirnya konsultasi saja mengenai siklus haid dan juga diberikan nasihat untuk vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.

Radiologi

Tes ini meliputi rontgen thorax. Seharusnya ada USG abdomen juga, tapi karena tidak ada dokter perempuan jadi dilanjutkan di tahun depan.

Spirometri

Tes ini untuk mengecek fungsi paru-paru dan diagnosis kondisi paru-paru. Alatnya baru pertama kali saya melihatnya. Jadi, ada semacam corong yang terhubung dengan mesin pengukurnya. Saya perlu menghisap sekencang-kencangnya melalui mulut dan kemudian menghembuskan kembali sekencang-kencangnya. Saya perlu mengulanginya beberapa kali karena tidak memenuhi syarat  wkwkwk. Alatnya seperti ini:

Image result for spirometer"
Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Spirometer

Pemeriksaan Laboratorium 2

Pemeriksaan kedua ini untuk mengecek kadar gula darah (yang biasanya ditusuk di jari itu) dan juga pengecekan urin kedua kalinya.

Treadmill Test

Tes ini dilakukan untuk mengecek apakah ada kelainan atau penyakit dijantung dengan mengecek irama dan respon jantung kita saat diberikan variasi olahraga (berjalan di treadmill dengan berbagai variasi kecepatan). Sebelumnya saya dipasangkan alat pengecek irama jantung (saya tidak tahu namanya). Kurang lebih dipasang seperti ini:

Image result for treadmill test"
Sumber: https://www.sata.com.sg/our-services/diagnostic-services-medical-imaging/treadmill-stress-test/

Audiometri

Tes ini untuk menguji seberapa peka pendengaran kita terhadap suara. Saya dimasukkan ke dalam suatu kotak kedap suara dan di dalamnya ada headset dan juga ada sebuah tombol. Jadi, operator akan mengatur frekuensi suara yang akan terdengar melalui headset yang kita pakai. Jika kita mendengar suara, kita memberi tahu dengan memencet tombol. Suaranya ada yang sangat kecil, tapi tidak ada yang terlalu keras hingga mengganggu telinga, atau karena saya saja ya yang tidak peka? wkwkwk.

Makan Siang

Akhirnya makan siang jugaaaa! wkwk. Alhamdulillah menurut saya makanannya enak, atau memang karena sedang lapar? wkwk.

IMG_5498

Cek Mata

Pemeriksaan mata ini meliputi cek kondisi mata (seperti kondisi bola mata), tingkat kerabunan mata (Alhamdulillah minus saya masih sama XD), dan juga cek tonometri (buta warna).

Ada beberapa tes lagi yang belum dilakukan seperti USG Payudara dan dokter THT karena dokter perempuan yang sedang cuti di hari itu. Pemeriksaan akan dilanjutkan setelah tahun baru.

Semoga hasilnya semua baik! Aamiin

Perkembangan Penggunaan Kawat Gigi

Saat kontrol ke klinik tadi saya melihat catatan dokter yang cukup panjang, saya jadi teringat saya seharusnya update progress juga ya di Blog. Saya sempat menanyakan ke dokter berapa lama saya harus menggunakan behel, dan katanya sih 2 tahun, dengan catatan rutin kontrol tiap bulan. Tidak terasa sudah 8 bulan menggunakan behel. Berarti saya sudah melewati 1/3 perjalanan.

Selama 8 bulan ini saya tidak melewatkan kontrol setiap bulannya karena setiap kontrol itu menyenangkan, walau harus bolak-balik Jakarta – Depok 🤣. Saya senang karena gigi saya jadi bersih dan mulut saya terasa segar karena setiap kontrol itu di-scaling. Saya juga bisa mengganti dan memilih warna karet behel berbeda tiap bulannya (kayak ABeGe gitu deh wkwk). Selain itu, saya senang mendengar perkembangan penggunaan dokter gigi dan rencana dokter untuk bulan selanjutnya.

Oh iya, harga kontrol tiap bulan bervariasi, tergantung ada penggantian kawat gigi atau alat tambahan yang diberikan. Alat tambahannya itu seperti tambahan ganjalan gigi (agar gigi atas tidak bertemu dengan gigi depan), karet orthodenti (untuk menggeser gigi, dipakai selain saat tidur dan makan), bracket tambahan di belakang gigi (agar gigi berputar ke posisi seharusnya), atau penggantian bracket yang hilang. Kalau saya, biasanya mengeluarkan biaya sekitar 240 – 400 ribu setiap bulannya untuk kontrol.

Saya sendiri merasakan perubahan yang signifikan yang sebanding dengan ketidaknyamanan penggunaan kawat giginya 🤣🤣🤣. Worth it . Saya sudah jarang sakit gigi dan pusing di belakang kepala. Kalau dari bentuk gigi sendiri juga sudah terlihat rapi. Untuk perbandingannya bisa dilihat di foto di bawah ini (mohon maaf kalau mengganggu pemandangan 🤪, ini juga foto sengaja untuk foto gigi, tapi crop dari foto yang ada, ternyata saya sering foto juga , wkwk):

IMG_2552
April
Mei
Mei
Juni
Juni
Juli
Juli
Agustus
Agustus
September
September
Oktober
Oktober
November
November
Desember
Desember

Untuk perjalanan berikutnya, masih ada beberapa peer yang harus diperbaiki: menggeser gigi bawah yang masih renggang, memundurkan rahang bawah, dan lain lain yang belum diketahui. Semoga tetap konsisten untuk rutin kontrol dan lancar rezekinya, aamiin.

Terimakasih sudah membaca XD

Refleksi 2019

Bukan cerita tentang dunia pijat memijat di tahun 2019 ya, wkwk. Berhubung 2019 tinggal 3 hari lagi, jadi mau mencoba mengingat apa saja yang telah dilalui tahun ini. Oh iya, 2019 ini juga akhir dari dekade 2010. Kalau saya ingat-ingat lagi tahun 2010-2019, saya bisa melihat dekade ini sebagai dekade yang penuh dengan perubahan dinamika hidup. Umur 17-26 tahun memang bagi kebanyakan orang pasti merupakan umur produktif, dan banyak momentum penting, seperti kuliah di tempat jauh, lulus kuliah, pergi ke suatu tempat yang baru, mendapat pekerjaan pertama, menikah, atau mempunyai anak.

Tidak semua orang melalui hal yang sama, saya pun begitu. Yang pasti adalah saya di tahun 2019 ini adalah versi yang sudah melewati beberapa macam upgrading stage. Kalau di 2010 v 2.0 mungkin sekarang sudah v4.5.99 ( jangan tanya update lognya mana, wkwk, intinya sudah 2 kali melakukan upgrade major version, dan banyak sekali bug fixing wkwkwkwk) Nama panggilannya saja berubah dari Aisyah ke Ajul di tahun 2011 🤣🤣🤣.

Karena kalau dibahas dari tahun 2010 terlalu banyak, saya akan merefleksikan tahun ini saja. Tahun ini Alhamdulillah diberikan banyak kesempatan: kesempatan untuk berpindah profesi, menjadi pembicara konferensi di luar negeri, hapebaru, belajar dunia saham, bertemu dengan orang baru yang membantu saya menjadi lebih baik.

Not only gains, but also losses. Tahun ini saya juga kehilangan kakek saya, berat badan, kesehatan yang lebih menurun (dibanding tahun lalu). Saya mendapatkan beberapa mimpi baru, namun juga kehilangan beberapanya. Saya menyadari bahwa tidak semua bisa saya peroleh, walaupun sudah berusaha. Ada juga yang saya tidak usahakan, tapi saya dapatkan dengan mudah. Namun sesuatu yang pasti: kalau saya tidak berusaha dulu sebelumnya, saya menyesal di akhir.

Seperti yang pernah saya ceritakan di pos sebelumnya, kalau saya masih belum berusaha secara maksimal, saya tidak mendorong diri saya untuk menggunakan kapasitas diri secara penuh. Saya terlalu banyak khawatir dan takut, energinya jadi habis untuk memikirkan kemungkinan terburuk, bukannya digunakan untuk langsung action aja gituuuu, hahaha.

Bulan Desember ini saya seperti sudah diberi spoiler, apa saja yang harus saya hadapi di tahun depan, banyak yang harus diperjuangkan (hiperbola wkwk). Saya juga menjadi sadar bahwa hidup itu sebentar dan harus memanfaatkan waktu hidup selagi sehat.  Di awal dekade berikutnya, saya ingin lebih percaya diri sendiri, dan melakukan apa yang saya inginkan, belajar lebih banyak, beribadah lebih rajin dan lebih bermanfaat. Living live to the fullest. Aamiin