Menyesal itu menyakitkan, menyedihkan.

Terikat dalam perasaan bersalah.

Saat kembali terjun ke lubang yang sama.

Saat orang-orang  masih tetap mempercayaimu, tapi kamu tetap melakukan kesalahan.

Saat satu persatu masalah muncul, dan kau mulai menyalahkan dirimu

Satu yang bisa membantumu:

Percaya

100 Lemparan Koin: Simulasi

Kenapa ya

Cerita Tentang Data

Jika kamu melempar koin seimbang 100 kali, berapa rata-rata selisih kemunculan sisi muka dan belakang? (Selisih yang dimaksud adalah nilai mutlak.)

Ketika diberikan pertanyaan kuis pertama kali oleh Bang Wibi, jawaban saya mungkin sama dengan kebanyakan dari para pembaca: ~0. Simpel saja alasannya toh? Kalau probabilitas munculnya muka dan belakang sama-sama 0,5, berarti kita bisa berharap bahwa selisihnya akan kecil sekali sehingga mendekati 0. Namun, kelihatannya jawaban tersebut tidak tepat, karena kalau terlalu mudah seperti itu, mengapa harus dibuat sebagai kuis?

Akhirnya, saya terpikir untuk membuat sebuah program simulasi. Perlu dibuat program yang dapat melakukan x kali simulasi untuk 100 lemparan koin sehingga bisa dihasilkan rata-ratanya. Bagusnya lagi, dengan begini kita juga bisa mendekati untuk n lemparan koin.

Sudah terbayang kira-kira programnya akan seperti apa?

Tenang saja. Bagi para pembaca yang lebih matematis, setelah artikel ini, akan disampaikan juga cara matematis untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan begitu, kita juga bisa…

View original post 297 more words

Coldplay – A Sky Full of Stars

‘Cause you’re a sky, cause you’re a sky full of stars
I’m gonna give you my heart
‘Cause you’re a sky, cause you’re a sky full of stars
‘Cause you light up the path

I don’t care, go on and tear me apart
I don’t care if you do
‘Cause in a sky, cause in a sky full of stars
I think I saw you

‘Cause you’re a sky, cause you’re a sky full of stars
I want to die in your arms, arms
‘Cause you get lighter the more it gets dark
I’m going to give you my heart

And I don’t care, go on and tear me apart
And I don’t care if you do
‘Cause in a sky, cause in a sky full of stars
I think I see you
I think I see you

Because you’re a sky, you’re a sky full of stars
Such a heavenly view
You’re such a heavenly view

Cinta

HAI!

Udah lama nih g ngeblog. Lagi males cerita-cerita, hheu. Padahal pengen cerita tentang tentang perpisahan. Mungkin nanti saja kalau lagi ingin banyak nulis.

Kebetulan gw tadi ngeliat status temen gw, anak SMAKBO. Dia nulis sebagian bait dari puisinya Khalil Gibran yang judulnya Cinta yang membuat gw ingin ngelampirin seluruh puisinya di blog gw.

Ini puisinya,

Cinta

Khalil Gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Mungkin orang lain udah tau puisi ini, tapi buat gw yang bukan pengamat dan pencinta sastra, puisi ini baru gw denger. Tidak ada maksud apa-apa dalam melampirkan puisi ini, cuma pengen berbagi aja, hhe.